
Ilustrasi: Belanja online. (TBGucci).
JawaPos.com - Pandemi Covid-19 telah berdampak pada peningkatan adopsi dan penggunaan layanan digital untuk memenuhi kebutuhan konsumsi, terutama pada Generasi Z. Generasi Z sendiri merupakan masyarakat yang berusia 18 hingga 26 tahun.
Menurut sensus Badan Pusat Statistik (BPS), Generasi Z merupakan segmen terbesar di Indonesia yang mencakup 27,94 persen dari total penduduk. Generasi ini cerdas secara digital dengan daya beli yang signifikan.
Berdasarkan hasil survei Katadata Insight Center (KIC) menunjukkan, konsumsi layanan digital pada generasi Z ini mencakup belanja online (e-Commerce), layanan pesan-antar makanan (food delivery), dan layanan pengantaran sembako.
“Survei KIC dilakukan secara online terhadap 1.146 responden antara 13 - 18 April 2021 dan melibatkan responden berusia 18-29 tahun dari Jabodetabek, Surabaya, Medan, Bandung, Makassar, Semarang, Denpasar, dan Yogyakarta. Sebanyak 82 persen responden berusia 18-26 tahun atau dikenal dengan Generasi Z,” kata Head of Research KIC Stevanny Limuria dalam keterangannya, Rabu (2/6).
Dia memaparkan, peningkatan terlihat dari adanya pengguna baru layanan online, serta perilaku responden yang menyatakan akan terus menggunakan layanan digital, bahkan setelah pandemi. Survei juga menunjukkan bahwa selama tiga bulan terakhir 57 persen responden merupakan pengguna aktif situs e-Commerce, 36 persen menggunakan layanan pengiriman makanan, dan 23 persen menggunakan layanan pengiriman bahan makanan.
“Menariknya, survei menemukan bahwa 44 persen pengguna pengantaran makanan Gen Z adalah pengguna baru yang baru mulai menggunakan layanan ini selama pandemi, dan 90 persen dari mereka menyatakan bahwa mereka ingin untuk terus menggunakan layanan pengiriman makanan setelah pandemi," kata Stevanny.
Dalam pengiriman makanan, 50 persen dari peserta survei memilih GrabFood sebagai penyedia layanan pesan-antar makanan online yang paling sering mereka gunakan dalam 3 bulan terakhir. Kemudian diikuti oleh gofood 46 persen, ShopeeFood 3 persen, dan Maximfood kurang dari 1 persen.
"Maxim baru beroperasi kembali dalam pandemi ini, setelah sebelumnya tersandung aturan tarif," imbuhnya.
Peserta survei yang memilih GrabFood dan gofood sebagai penyedia layanan pengiriman pilihan mereka menunjukkan penawaran promo, biaya pengiriman yang lebih rendah, dan kemudahan penggunaan aplikasi sebagai 3 alasan utama untuk memilih penyedia tersebut, menunjukkan sifat yang sangat kompetitif dari industri pengiriman makanan online. Pertimbangan penting lainnya adalah metode pembayaran dan jenis pilihan makanan.
Untuk pengiriman online groceries, survei menemukan bahwa Shopeemart, gomart, dan GrabMart adalah tiga layanan yang paling banyak digunakan dalam 3 bulan terakhir. Preferensi merek didorong oleh kemudahan penggunaan, promo atau diskon, dan kecepatan pengiriman.
"Diantara ketiganya, GrabMart adalah pemain baru, yang baru diluncurkan saat pandemi. Meskipun demikian, saat ini GrabMart menjadi pilihan yang disukai di antara 17 persen responden. Shopeemart dan gomart - yang sudah ada lebih lama - disukai oleh 36 persen dan 16 persen dari konsumen masing-masing," tuturnya.
Sementara, untuk e-Commerce, 86 persen peserta survei menyatakan pernah menggunakan Shopee sebelumnya, disusul 53 persen yang pernah menggunakan Lazada, dan 50 persen yang pernah menggunakan Tokopedia. Shopee juga menjadi yang teratas, dalam hal situs e-Commerce yang paling sering digunakan.
Dalam memilih e-Commerce, pengguna generasi Z menunjukkan tiga alasan utama berikut untuk lebih sering memilih platform tertentu, yaitu promo atau diskon 65 persen, aplikasi yang mudah digunakan 61 persen, dan harga produk lebih murah 54 persen.
Stevanny menambahkan, dimasa mendatang penggunaan platform belanja online diperkirakan akan semakin meningkat dengan 42 persen generasi Z akan lebih sering menggunakannya dalam 6 bulan ke depan. “Namun, dengan begitu banyak pemain besar di industri ini, persaingan akan semakin ketat dalam memperebutkan ceruk pasar ini,” pungkasnya.

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
