JawaPos.com - Anggota DPD RI, Amirul Tamim mengusulkan pemerintah pusat agar membuat kebijakan desa wajib menggunakan aspal beton untuk benahi jalan. Hal ini dia sampaikan karena belum ada tindak lanjut konkret dari pemerintah untuk memanfatkan aspal asli Tanah Air.
Padahal, kata Amirul, Presiden Jokowi sudah pernah berkunjung ke Buton dan mengungkapkan untuk menyetop impor aspal. "Kan 74 ribu jumlah desa, Pak Presiden tahun ini pernah ke Buton melihat aspal, tetapi hingga hari ini belum ada langkah-langkah untuk bagaimana memberdayakan aspal itu," kata Amirul Tamim dalam Rapat Kerja dengan Menteri Keuangan RI Sri Mulyani di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (13/6).
"Saran saya mungkin kita bisa mulai dengan dana desa. Katakanlah ada kebijakan pemerintah pusat mewajibkan 74 ribu desa itu untuk (benahi) jalan desanya menggunakan aspal Buton," imbuhnya.
Lebih lanjut DPD Dapil Sulawesi Tenggara berharap, bahwa 74 ribu desa di Indonesia bisa mengalokasikan anggaran dana desa yang diberikan pemerintah pusat untuk membenahi jalan. Misalkan dua kilometer per desa, kata dia, sehingga ke depan bisa meminimalkan impor aspal.
"Ini sudah bisa kita kelola dengan teknologi yang sederhana bu, itu bisa digunakan untuk aspal di desa kalau 74 ribu desa (diwajibkan) dua kilometer satu desa tiap tahun kali 74 ribu, besar juga itu. Sehingga kita tidak perlu menggunakan bahan-bahan (aspal) dari luar," tandasnya.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara tegas akan memberikan waktu selama dua tahun untuk memberhentikan impor aspal. Alasannya karena Indonesia saat ini memiliki deposit aspal di Pulau Beton, Sulawesi Tenggara, mencapai 662 juta ton.
Ia menyebut, dulunya aspal di Buton pernah diolah, tetapi kemudian stop karena alasan aspal impor lebih murah. "Sehingga yang terjadi 95 persen aspal kita ini aspal impor. Padahal punya deposit di Buton 662 juta ton. Ini benar. Dua tahun lagi, saya beri waktu, stop yang namanya impor aspal. Harus semuanya disuplai dari Pulau Buton," kata Jokowi saat membuka Investor Daily Summit 2022 di Jakarta Convention Center (JCC), Selasa (11/10).
Oleh sebab itu, Jokowi menawarkan kepada para investor untuk membangun industri aspal di Pulau Buton. Menurutnya, stok aspal dalam negeri di Buton masih akan bertahan hingga 120 tahun mendatang. Kondisi ini justru seharusnya memungkinan Indonesia menjadi eksportir aspal.
"Ini kesempatan bapak-ibu semuanya kalau ingin investasi, segera bangun industri aspal di Buton. Pasarnya jelas ada di dalam negeri dan sebagian bisa diekspor," ungkapnya.