
Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono (Nurul F/JawaPos.com)
JawaPos.com - Wakil Menteri Keuangan, Thomas Djiwandono dipastikan telah mengundurkan diri dari keanggotaan Partai Gerindra, usai namanya masuk dalam daftar menjadi calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).
Kepastian ini sebagaimana disampaikan Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi yang juga merupakan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (21/1).
Menurut Prasetyo Hadi, sebelum akhirnya Thomas Djiwandono dicalonkan menjadi Deputi Gubernur BI, terlebih dulu harus memenuhi persyaratan. Salah satunya, yakni tak memiliki status anggota di sebuah partai.
"Ya pada saat dicalonkan, ya sudah memenuhi persyaratan (calon Deputi Gubernur BI) dong," kata Prasetyo.
"Ya artinya sudah mengundurkan diri lah dari keanggotaan partai," tambahnya.
Sebelumnya, Deputi Gubernur BI Juda Agung dikabarkan telah mengundurkan diri dari jabatannya. Tidak diketahui alasannya, padahal Juda Agung masih punya waktu hingga Tahun 2027 untuk mengemban jabatan itu.
Namun, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menduga pengunduran diri itu berkaitan dengan 'tukar guling' jabatan antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia. Dalam hal ini, Wamenkeu Thomas mengisi jabatan di BI, sedangkan Juda Agung pindah ke Kemenkeu.
"Kan tukar (guling jabatan), BI juga pemerintah. Makanya saya bingung kalau Juda Agung masuk ke saya jangan-jangan orang Pak Perry menekan saya di dalam. Enggak, itu satu exchange, pertukaran yang saya pikir seimbang, enggak ada yang aneh. Kalau independensi, enggak ada hubungannya,” ujar Purbaya kepada awak media di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (19/1).
Purbaya menepis anggapan bahwa masuknya sosok tertentu ke BI akan membawa kepentingan pemerintah atau tekanan dari otoritas lain. Menurutnya, pertukaran pejabat tersebut justru berlangsung seimbang dan tidak menyalahi prinsip independensi bank sentral.
Ia menegaskan, independensi BI baru bisa dipertanyakan apabila terdapat intervensi langsung pemerintah dalam pengambilan keputusan moneter. Namun sejauh ini, hal tersebut tidak pernah terjadi.
“Kecuali nanti pada waktu ambil keputusan ada intervensi langsung dari pemerintah. Selama ini kan enggak ada, jadi BI independen. Kita jalankan fiskal, mereka jalankan moneter,” tegasnya.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
