Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya angkat bicara soal pertemuannya dengan Mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Juda Agung. (Nurul Fitriana/JawaPos.com)
JawaPos.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya angkat bicara soal pertemuannya dengan Mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Juda Agung di Gedung Kementerian Keuangan, Selasa (20/1). Dalam pertemuan itu, Purbaya mengaku berdiskusi terkait ekonomi.
"Jadi, Pak Juda ketemu saya, saya nggak tahu sebagai apa. Pokoknya dia di BI, mau lihat ini, ini. Yaudah kita diskusi ekonomi aja," kata Purbaya saat ditemui di Kawasan Kemenkeu, Jakarta, Selasa (20/1).
Selain itu, Purbaya juga mengaku bahwa Juda Agung sempat bertanya-tanya terkait Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Tetapi ia tak bisa memastikan Juda Agung yang akan menjadi kandidat untuk menggantikan posisi Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono.
"Tanya Kemenkeu seperti apa, tapi saya nggak tahu dia kandidat tunggal apa ganda, apa kandidat. Kan belum resmi," tambahnya.
Di sisi lain, dalam pertemuan itu Purbaya mengakui bahwa masa jabatan Juda Agung di BI memang tersisa sekitar satu tahun lagi. Sehingga dalam diskusi tersebut, Purbaya menilai wajar apabila muncul ketertarikan bagi Juda Agung untuk melihat peluang di bidang lain, termasuk di sektor keuangan negara.
Namun, ia kembali menegaskan bahwa belum ada kepastian apa pun terkait arah langkah tersebut. Dalam hal ini bendahara negara masih harus menunggu keputusan Presiden Prabowo Subianto.
"Jadi, ketika diskusi itu kelihatannya menarik juga untuk dia untuk berpikir-pikir ke keuangan mungkin. Tapi saya enggak tahu seperti apa nantinya. Tunggu arahan Prabowo," jelasnya.
Bahkan, kata Purbaya, Mantan Deputi Gubernur BI itu juga sempat menanyakan perihal pekerjaan di Kemenkeu. Ia pun menegaskan tidak mempermasalahkan hal itu karena pilihan karier sepenuhnya berada di tangan yang bersangkutan.
"Nanya-nanya (soal Kemenkeu). Gue juga nggak tahu kenapa dia nanya. Kalau dia nanya, yaudah. Kerja suka-suka lu," ujar Purbaya.
Tetapi ia mengakui bahwa antara dirinya dan Juda Agung memiliki backgroung pendidikan yang sama. Dimulai dari insinyur teknik yang kemudian berkarier menjadi ekonom.
"Dia kan background-nya kira-kira sama saya, Insinyur. Habis itu jadi ekonom, walaupun dia IPB, gue ITB," tukasnya.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
