
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meminta petugas Direktorat Jenderal Bea dan Cukai bekerja selama 24 jam dengan sistem shift. (dok. Kemenkeu)
JawaPos.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meminta petugas Direktorat Jenderal Bea dan Cukai bekerja selama 24 jam dengan sistem shift. Hal itu untuk mengurai penumpukan dokumen dan kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok yang sempat mencapai sekitar 3.000 dokumen.
Instruksi tersebut disampaikan Purbaya saat meninjau langsung Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu (TPFT) Graha Segara di Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok, Jakarta, Sabtu (6/6).
Kunjungan dilakukan untuk memastikan kelancaran arus logistik nasional sekaligus menindaklanjuti laporan mengenai lonjakan dokumen dan kontainer yang belum terselesaikan di pelabuhan terbesar di Indonesia tersebut.
"Saya mendapatkan informasi beberapa hari yang lalu bahwa terjadi penumpukan di Tanjung Priok. Jumlah surat atau dokumen yang harus diproses sempat mencapai sekitar 3.000 kontainer. Kondisi ini menyebabkan dwelling time meningkat dan mulai menimbulkan gangguan terhadap pasokan bahan baku bagi pelaku usaha," kata Purbaya, Sabtu (6/6(.
Purbaya menjelaskan sejumlah langkah perbaikan telah dilakukan oleh instansi terkait sehingga jumlah dokumen yang tertunda mulai berkurang dari sekitar 3.000 menjadi 2.500.
Namun, ia menilai percepatan masih perlu dilakukan agar pelayanan kepabeanan kembali berjalan normal dan tidak mengganggu aktivitas industri yang bergantung pada pasokan bahan baku impor.
Menurutnya, penanganan antrean harus dilakukan secara cepat untuk mengurangi waktu tunggu barang di pelabuhan.
Untuk mempercepat penyelesaian antrean, Kementerian Keuangan meminta Bea Cukai menambah jumlah personel dan memperpanjang jam operasional pelayanan.
Petugas di lapangan diminta bekerja penuh selama 24 jam dengan sistem dua shift atau lebih hingga jumlah antrean kembali ke tingkat normal.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
