
WAJAH BARU: Interior KA ekonomi yang dimodifikasi di Balai Yasa Manggarai.
PT KAI Perbaiki Kualitas Layanan
JawaPos.com – Secara bertahap, PT Kereta Api Indonesia (KAI) meningkatkan layanan dan fasilitas pada kereta ekonomi. Saat ini tengah dilakukan modifikasi interior beserta kursi KA ekonomi layaknya yang ada di KA eksekutif.
Modifikasi tersebut dilakukan KAI sebagai bagian dari program peningkatan kualitas pelayanan di kelas ekonomi. Pada tahap awal, sudah ada empat gerbong KA ekonomi yang berhasil dimodifikasi di Balai Yasa Manggarai. ”Saat ini KAI masih terus melakukan modifikasi gerbong-gerbong ekonomi menjadi gerbong ekonomi new image generations,” ungkap VP Public Relations KAI Joni Martinus kemarin (1/6).
Hingga saat ini gerbong-gerbong tersebut belum dioperasikan. Sebab, masih proses pengerjaan di Balai Yasa Manggarai. Dia memastikan, meski nanti KA ekonomi sudah dimodifikasi sedemikian rupa menjadi lebih baik dari sebelumnya, ketika beroperasi tarifnya tetap di harga yang ekonomis. ”Akan tetapi, tentunya juga tidak menutup kemungkinan akan ada penyesuaian terhadap tarif tersebut dengan terlebih dahulu dilakukan kajian dan evaluasi. Pasalnya, ada sejumlah layanan yang telah diperbaiki,” terang dia.
Joni menjelaskan, tarif KA ekonomi jarak menengah atau jauh hingga saat ini terbagi menjadi dua mekanisme. Yakni, tarif ekonomi public service obligation (PSO) dan tarif ekonomi komersial. Tarif ekonomi PSO flat atau tetap yang disesuaikan dengan kontrak perjanjian PSO bersama KementerianPerhubungan. ”Sementara untuk tarif ekonomi komersial, penentuan tarifnya berada di antara tarif batas bawah dan tarif batas atas yang mekanismenya disesuaikan dengan permintaan pasar,” paparnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Penguatan dan Pengembangan Kewilayahan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno menyambut baik adanya modifikasi KA ekonomi tersebut. Bahkan, menurut dia, selama pelayanan yang diberikan sesuai, tarif naik pun tidak masalah. Hanya, kenaikan tarif harus dilakukan secara bertahap. ”KA itu meskipun tarifnya mahal, tetap saja penumpangnya banyak. Keunggulannya apa? Layanan. Selama layanan itu bagus, orang akan senang. Jadi, ada harga ada rupa,’’ ungkapnya.
Subsidi KA ekonomi, lanjut dia, ke depan masih dibutuhkan. Hanya, subsidi sebaiknya memang diberikan untuk orang, bukan untuk keretanya. Terlebih, saat ini sistem nomor induk kependudukan (NIK) juga sudah baik sehingga dapat mengetahui profil calon penumpang, apakah pelanggan atau bukan. ”Kan ada istilahnya yang PJKA, pulang Jumat kembali Ahad. Kalau orang beli tiketnya Jumat, Minggu pulang, beda harganya kalau dia beli terusan dan atau satu kali pergi. Jadi, saya kira perlu kreatif memainkan harga KAI untuk menarik minat pelanggan,” kata akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata tersebut. (gih/c6/fal)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
