Armada BBM Pertamina melintasi jalur terendam banjir dalam perjalanan dari Medan menuju Aceh Tamiang, Selasa (2/12/2025). (ANTARA/Tim Media Presiden Prabowo)
JawaPos.com – Upaya percepatan pemulihan layanan energi di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) terus dikebut Pertamina. Perusahaan memastikan suplai Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG tetap tersedia di tengah terganggunya akses akibat bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah dalam beberapa hari terakhir.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw menegaskan bahwa seluruh lini operasional dikerahkan untuk menjaga agar pasokan energi tidak terputus.
“Kami memastikan layanan untuk masyarakat berjalan setabil. Monitoring stok dilakukan setiap hari dan distribusi terus diupayakan agar tetap menjangkau lokasi-lokasi yang terdampak,” ujarnya.
96 Persen SPBU Beroperasi, Sejumlah Titik Layani 24 Jam
Pertamina mencatat, hingga 4 Desember 2025 sebanyak 696 SPBU atau 96 persen dari total SPBU di tiga provinsi tersebut telah kembali menyalurkan BBM. Bahkan sejumlah SPBU di kawasan dengan permintaan tinggi memilih menambah jam operasional hingga 24 jam.
Untuk mengatasi hambatan distribusi, Pertamina mengerahkan tim darurat di lapangan untuk memantau fasilitas operasional sekaligus merespons cepat potensi gangguan, terutama di jalur yang masih rawan putus.
Lebih lanjut, Fahrougi menyampaikan bahwa di Aceh, Pertamina melakukan alih suplai dari Terminal Krueng Raya untuk memastikan SPBU di Pidie Jaya, Pidie, dan Bireuen tetap mendapatkan pasokan.
Bahkan, skema suplai cadangan juga diaktifkan dari FT Medan, FT Lhokseumawe, IT Dumai, FT Siantar, hingga FT Kisaran untuk mengantisipasi cuaca ekstrem.
Sementara di wilayah barat Sumut, Pertamina menambah armada mobil tangki dari Dumai guna memperlancar pengiriman ke sejumlah daerah seperti Tapanuli Selatan, Padangsidimpuan, Mandailing Natal, hingga Tapanuli Utara.
Untuk LPG, Pertamina memastikan distribusi berjalan stabil lewat 574 agen dan 71 SPBE yang beroperasi. Namun percepatan tetap dilakukan pada wilayah yang akses daratnya masih terganggu. Suplai darurat dikirim dari Teluk Bayur menuju Gunung Sitoli menggunakan Skid Tank lewat jalur laut.
Mekanisme serupa juga disiapkan dari IT Dumai untuk memperkuat pasokan ke SPBE di Sumut. Khusus kawasan Sibolga dan Tapanuli Tengah yang masih terisolasi, suplai alternatif diatur melalui pengiriman dari Teluk Kabung dan Sitoli menggunakan kapal.
“Sebagian besar jalur distribusi LPG sudah kembali normal. Kami melakukan monitoring harian mengingat kebutuhan masyarakat biasanya meningkat dalam kondisi darurat,” jelas Fahrougi.
Di sisi lain, Pertamina menyebut koordinasi dengan pemerintah daerah dan BPBD terus dilakukan untuk memastikan mobilitas armada pengangkut energi tidak terhambat oleh kondisi lapangan.
“Dalam situasi bencana, prioritas utama kami adalah memastikan masyarakat tetap mendapatkan energi. Dukungan penuh kami berikan untuk percepatan pemulihan di seluruh wilayah terdampak,” tukasnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Resmi Pindah ke Bali! Derby Jawa Timur Arema FC vs Persebaya Surabaya Digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Sebut Ada 3 Lokasi untuk Pembangunan Koperasi Merah Putih
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
