Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 29 Mei 2023 | 15.15 WIB

Tertanggung Individual Asuransi Jiwa Melonjak 42,4 Persen

TETAP TUMBUH : Petugas customer service melayani nasabah di Kantor Pusat Manulife di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (26/5). - Image

TETAP TUMBUH : Petugas customer service melayani nasabah di Kantor Pusat Manulife di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (26/5).

JawaPos.com - Industri asuransi jiwa mencatatkan kenaikan total tertanggung tumbuh sebesar 16,6 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal I 2023 menjadi 87,54 juta orang dari 75,06 juta orang pada kuartal I 2022. Peningkatan tersebut didorong oleh kenaikan tertanggung individual sebesar 42,4 persen, dan tertanggung kumpulan 6,7 persen.

"Pertumbuhan setahun terakhir sangat membanggakan. Kenaikan yang signifikan pada individual mendorong peningkatan penetrasi terhadap total populasi," ujar Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon dalam keterangan tertulisnya.

Dia meyakini, kondisi itu mengindikasikan bahwa target market industri asuransi jiwa sudah semakin luas. Selain itu, masyarakat semakin menyadari pentingnya perlindungan asuransi jiwa sebagai salah satu perencanaan keuangan masa depan.

"Tahun 2022 memang penuh tantangan, masih ada tekanan setelah mengalami pandemi Covid-19 selama beberapa tahun," tukasnya.

Presiden Direktur & CEO Manulife Indonesia Ryan Charland mengungkapkan sepanjang 2022 perusahaannya meraih kinerja positif walaupun berada di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil.

"Sepanjang tahun lalu, pendapatan premi mencapai Rp 10 triliun dengan total pendapatan sebesar Rp 12,6 triliun. Total aset Rp 60 triliun," sebutnya.

Sementara itu, posisi permodalan tercatat jauh melebihi ketentuan pemerintah sebesar 120 persen, dengan risk-based capital (RBC) 587 persen di bisnis konvensional dan 664 persen untuk unit syariah.

“Komitmen kami terlihat dari pembayaran klaim sejumlah Rp 8,1 triluun atau Rp 22,1 miliar per hari atau Rp 900 juta per jam,” lanjut Ryan.

Ketua Departemen Ekonomi Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Fajar Hirawan optimistis ekonomi nasional tahun ini aman dari tekanan ekonomi global sehingga perusahaan asuransi jiwa bisa terus bertumbuh.

"Apalagi, pasca pandemi, masyarakat membelanjakan lebih dari 50 persen uangnya untuk konsumsi rumah tangga dan investasi, dari yang sebelumnya tertahan selama pandemi," terangnya.

Keyakinan itu juga didukung dengan optimisme pemerintah yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi nasional akan tetap kuat meskipum ada kekhawatiran akan terjadi resesi global. Optimisme itu didukung oleh beberapa faktor seperti membaiknya keyakinan konsumen, dan menguatnya daya beli sebagai dampak dari penurunan inflasi.

Menurut CEO & Presiden Direktur Manulife Aset manajemen Indonesia (MAMI) Afifa menilai pencapaian positif perusahaan asuransi pada 2022 menjadi pijakan kuat untuk menghadapi tahun 2023.

"Hingga akhir 2022, dana kelolaan reksa dana MAMI mencapai Rp 45,7 triliun. Pencapaian ini tidak lepas dari kepercayaan para investor dan dukungan 34 mitra distribusi," jelasnya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore