
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Istimewa)
JawaPos.com–Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa angkat bicara mengenai kasus uang tunai Rp 4,6 miliar milik Perusahaan Swadaya Sarana Informatika (SSI), yang merupakan rekanan salah satu bank BUMN yang terbakar. Itu terjadi saat insiden kecelakaan mobil operasional di Polewali Mandar, Sulawesi Barat.
Purbaya menegaskan, pertanggungjawaban utama atas kerugian tersebut berada pada pihak bank. Dia pun menyoroti soal asuransi yang digunakan pihak ketiga itu.
Pasalnya, kata Purbaya, jika uang tersebut diasuransikan, yang berhak mengganti adalah pihak asuransi tersebut. Namun dia mengaku tak tahu menahu secara detail soal insiden tersebut.
“Kalau saya enggak tahu. Kalau itu tanggung jawab banknya. Saya nggak tahu, kalau gitu ada asuransinya enggak pengirimannya. Kalau ada, asuransi yang bayar," kata Purbaya di Jakarta, Minggu (16/11).
Bendahara negara juga memastikan dirinya akan lebih dulu melakukan pengecekan karena dirinya tak mengikuti insiden tersebut. "Tapi saya enggak tahu, mesti cek dulu enggak ngikutin,” tambah Purbaya.
Di sisi lain, Purbaya juga menyinggung adanya kecurigaan publik terkait uang Rp 4,6 miliar yang amat cepat terbakar hingga hangus. Namun begitu, Purbaya enggan berspekulasi lebih.
Dia menegaskan perihal kecurigaan itu perlu ditanyakan lagi kepada pihak berwenang.
“Saya cuma tahu, orang curiga Rp 4,6 miliar, kok cepet amat kebakarnya, gitu kan. Tapi saya enggak tahu, soalnya saya bukan polisi. Cek sama polisi yaa,” tandas Purbaya.
Sebelumnya, satu unit mobil boks milik Perusahaan Swadaya Sarana Informatika (SSI), yang merupakan rekanan salah satu bank BUMN Cabang Polewali Mandar (Polman), hangus terbakar di Dusun Palippis, Desa Bala, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polman, Sulawesi Barat, Rabu (12/11) siang.
Insiden yang terjadi sekitar pukul 12.35 wita ini menyebabkan uang tunai Rp 4,6 miliar ikut terbakar. Dikutip dari Fajar (JawaPos Group), mobil bernomor polisi B 9345 PCU tersebut sedang bertugas mengisi uang di sejumlah mesin ATM bank tersebut di wilayah Polman dan Majene.
Saat api melalap kendaraan, seluruh uang tunai di dalam mobil tidak sempat diselamatkan. Mobil tersebut membawa uang kertas Rp 5,2 miliar, terdiri atas Rp 3,4 miliar pecahan Rp 100 ribu dan Rp 1,8 miliar pecahan Rp 50 ribu.
Sebelum kebakaran, sebagian sudah digunakan untuk mengisi dua titik ATM, yakni di depan Kantor Bupati Polman dan ATM Amazon Wonomulyo.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
