Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan buka suara soal isu kebocoran gula rafinasi di masyarakat.
JawaPos.com - Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA) secara resmi telah menyepakati perjanjian hibah untuk pengembangan Pusat Riset Mangrove Internasional di Bali, bernama International Mangrove Research Center (IMRC).
Hal ini sebagaimana ditandai dengan penandatanganan yang dilakukan dalam kunjungan pemerintah di New York, Amerika Serikat (AS). Adapun penandatanganan secara sirkular dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, dan Razan Khalifa Al Mubarak, Founding Managing Director Mohamed Bin Zayed Species Conservation Fund.
Menko Pangan yang kerap disapa Zulhas menyampaikan bahwa bagi Indonesia, hibah ini bukan sekadar bantuan dana. Dukungan dari UEA menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu pemain kunci dalam diplomasi iklim, dengan Bali menjadi etalase pusat riset global di bidang konservasi mangrove.
“Indonesia memiliki ekosistem mangrove terbesar di dunia. Mangrove bukan hanya soal pohon dan ekosistem, melainkan juga tentang masa depan anak cucu kita. Dengan dukungan ini, Indonesia dan UEA menunjukkan bahwa kemitraan dapat menghadirkan solusi nyata bagi bumi,” kata Zulkifli Hasan usai penandatanganan.
Ia pun memastikan bahwa hibah dari UEA ini bersumber dari entitas pemerintah yang berkomitmen mendanai proyek kemanusiaan dan kepentingan publik, termasuk inisiatif lingkungan.
Adapun dana tersebut, kata Zulhas, akan memperkuat kapasitas pusat riset yang sudah berjalan di Bali, menjadikannya pusat inovasi ilmiah, sarana berbagi pengetahuan, sekaligus laboratorium hidup bagi model konservasi dan restorasi mangrove yang bisa direplikasi lintas negara.
“Kerja sama ini adalah wujud solidaritas dan komitmen nyata. Kita tidak hanya menyepakati perjanjian, tetapi menanam investasi untuk masa depan bumi ini,” ugap Zulhas.
Lebih lanjut, Menko Pangan Zulhas juga menyampaikan dengan langkah ini menjadiakan Bali tak hanya sebagai destinasi wisata dunia. "Tetapi juga simbol diplomasi hijau Indonesia yang mana solidaritas global bertemu untuk menjawab tantangan perubahan iklim," lanjutnya.
Untuk diketahui tak hanya menandatangani perjanjian hibah Pusat Riset Mangrove Internasional di Bali, pada pertemuan bilateral tersebut, Indonesia dan Uni Emirat Arab menyepakati kerjasama baru di bidang nature dan aksi iklim yang akan diumumkan pada COP 30 di Brazil.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
