
Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah. (Nurul Fitriana/JawaPos.com)
JawaPos.com-Ketua Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat atau Banggar DPR RI Said Abdullah mengingatkan pemerintah terkait dengan sejumlah indikator kesejahteraan masyarakat. Salah satunya menyoal Gross National Income (GNI) yang ditetapkan sebesar Rp 7,6 juta per bulan atau mencapai Rp 92,1 juta pada 2026.
Menurut Said perihal kesejahteraan rakyat itu tidak hanya sekadar urusan menambah pendapatan mereka. Tetapi, kata dia harus pemerintah harus melakukan peningkatan terhadap kapasitas rakyat.
"Peningkatan kesejahteran rakyat bukan sekedar urusan menambah pendapatan mereka. Tugas pemerintah untuk meningkatkan kapasitas rakyat untuk menjadi sesuatu dan melakukan sesuatu serta mendapat kehormatan adalah makna hidup yang paling bernilai," kata Said Abdullah dalam Rapat Paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dikutip Rabu (24/9).
Selain itu, Badan Anggaran DPR RI juga menyoroti dan mengingatkan niat pemerintah untuk menurunkan angka kemiskinan. Menurutnya, hanya ada satu alat untuk memerangi kemiskinan, yakni perlunya memberi kebebasan kepada masyarakat untuk menumbuhkan kreativitas.
"Amartya Sen, peraih Nobel Ekonomi 1998 meningatkan rakyat perlu diberi ruang kebebasan yang bertanggung jawab. Kebebasan menumbuhkan kreativitas karena itu kebijakan pendidikan harus menumbuhkan kebebasan. Kebebasan akan menjadi mata air bagi rakyat untuk kreatif, kualitas akan membangkitkan inovasi dan sumber daya penemuan dan karya baru di berbagai bidang," jelas Said.
Lebih lanjut, Said juga menyoroti soal APBN 2026 yang merupakan modal penting bagi pemerintah untuk membalik keadaan. Dalam hal ini, memulai kebangkitan industri nasional, merevitalisasi industri dasar nasional yang menopang kebutuhan pokok primer rakyat.
"Seperti tekstil, pertanian, dan energi. Apalagi dengan dukungan kebijakan hilirisasi tentu akan semakin mempercepat ekspansi industri nasional. Konflik geopolitik menjadi kesempatan emas bagi industri pertahanan nasional untuk bekermbang," ujar Said.
Said juga mengatakan, ketegangan geopolitik menuntut untuk semakin mandiri kebutuhan alat pertahanan. Sekaligus memberi peluang bagi kebangkitan bisnis pertahanan untuk lebih ekspansif, mampu memenuhi permintaan pasar global.
"Keseluruhan program APBN 2026 kita harapkan Sebagai katalis pertumbuhan ekonomi. Namun juga memberikan efek berganda untuk penciptaan lapangan kerja dan pemerataan ekonomi," tandas Said.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Timnas Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026: The Maroons Terancam Gagal Start Sempurna
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Pembuktian Magis Christian Pulisic
Daftar Pemain Swedia dan Tunisia di Piala Dunia 2026
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Maroko: Vinicius Junior dan Achraf Hakimi Siap Saling Sikut di Piala Dunia
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Skor Jerman vs Curacao di Piala Dunia 2026: Der Panzer Siap Menggila di Laga Perdana
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
