Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 25 September 2025 | 00.10 WIB

KKP Bakal Bangun 65 Kampung Nelayan Merah Putih Senilai Rp 1,34 Triliun

Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi, Sosial, dan Budaya KKP sekaligus Ketua Tim Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih Trian Yunanda saat media visit di Graha Pena Jakarta. - Image

Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi, Sosial, dan Budaya KKP sekaligus Ketua Tim Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih Trian Yunanda saat media visit di Graha Pena Jakarta.

JawaPos.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih akan dilakukan secara bertahap hingga mencapai 1.100 lokasi pada tahun depan. Untuk tahap awal, program tersebut dimulai di 65 titik terpilih dari target 100 KNMP dengan alokasi anggaran mencapai Rp 1,34 triliun.

Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi, Sosial, dan Budaya KKP sekaligus Ketua Tim Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih Trian Yunanda menjelaskan, rata-rata setiap kampung akan mendapat dukungan pembangunan sarana dan prasarana produksi senilai Rp 20,6 miliar.

“Jadi per kampung itu berbeda-beda. Kalau Rp 1,34 triliun itu, kalau rerata dibagi 65 lokasi itu jatuhnya sekitar Rp 20,6 miliar per lokasi,” ujar Trian kepada JawaPos.com, Rabu (24/9).

Menurut Trian, fasilitas yang akan dibangun meliputi sarana produksi dari hulu hingga hilir. Namun begitu, terkait dengan jumlah anggaran di setiap lokasi tidak selalu sama, tetapi menyesuaikan kategori dan kebutuhan kampung tersebut.

“Nanti di sana disesuaikan tentunya, kita akan membangun yang komplit sarana prasarana produksi dari hulu hingga hilir mungkin mencapai Rp 20,6 miliar tadi,” jelasnya.

Ia mencontohkan, jika sebuah kampung nelayan memiliki kapasitas produksi cukup besar, maka dana pembangunan bisa lebih tinggi dibandingkan rata-rata. Sebaliknya, jika sebagian fasilitas sudah tersedia, maka anggaran yang dialokasikan bisa lebih kecil.

“Kalau kampungnya dia memiliki produksi yang cukup besar, tentunya mungkin agak sedikit lebih besar. Tapi kalau misalnya Cold Storage sudah ada di sana, jadi tidak perlu dibangun lagi. Itu mungkin di bawah Rp 20 miliar,” tambahnya.

Trian menegaskan, seluruh anggaran akan difokuskan pada pembangunan sarana dan prasarana produksi, bukan untuk keperluan lain. Skema ini sekaligus menjadi syarat khusus bagi kampung nelayan penerima, yakni kesiapan lokasi dan dukungan masyarakat agar program bisa berjalan efektif.

“Jadi ada yang memang beberapa di atas Rp 20,6 miliar tadi, dan ada yang beberapa di bawah. Itu semua dalam bentuk pembangunan sarana prasarana produksi yang kita akan bangun di 65 lokasi terpilih untuk tahap 1,” pungkas Trian.

Untuk diketahui, intervensi pembangunan sarana prasarana yang akan dibangun pemerintah di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) terdiri dari fasilitas sarana produksi perikanan tangkap dan sarana produksi budidaya. Antara lain, permukiman nelayan, dermaga, tambatan kapal, Tempat Pelelangan Ikan (TPI), Gapura, Kantor Pengelola, Jalan, Drainase, IPAL, Balai Pelatihan, Turap, Pedesterian, Penerangan Listrik, Menara Pandang, Sentra Kuliner, Kios Persediaan, Bengkel, Docking, Cold Storage, serta Pabrik Es.

Selanjutnya, untuk sarana produksi bagi perikanan budi daya terdiri dari pemukiman pembudidaya ikan, mesin penepung, perahu, tali, pelampung, mesin jahit karung, tandon, kolam, pakan, benih, proboiotik, oven, gudang, rumah ikat, kincir, hingga jalan produksi.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore