Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 28 Agustus 2025 | 00.53 WIB

8 Cara Menghindari Penipuan Online dan Nomor Spam Lewat Telepon, Langsung Laporkan ke Komdigi!

Ilustrasi penipuan via telepon (Dok. Freepik) - Image

Ilustrasi penipuan via telepon (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Kasus penipuan semakin marak terjadi terutama di kota-kota besar. Modus yang sering digunakan juga beragam mulai dari telepon dari nomor tidak dikenal (spam), maupun SMS, sampai tawaran judi online.

Terkadang kita sering merasa ragu-ragu saat mengangkat telepon dari nomor tidak dikenal. Bisa saja itu benar dari perusahaan resmi atau kerabat, tetapi bisa juga ternyata ulah si penipu.

Modus utamanya adalah meminta sejumlah uang dari korbannya. Para penipu ini kerap berpura-pura menjadi orang orang dekat. Ada juga yang mengiming-imingi dengan hadiah, lalu meminta data pribadi seperti Pin ATM, password, ataupun nomor rekening. 

Bahkan sebagian korban mengaku mendapat telepon seolah-olah dihipnotis sehingga mudah percaya. Kondisi ini patut dispadai terutama bagi mereka yang mudah terpengaruh dengan bujuk rayu penipu.

Oleh karena itu, untuk mengantisipasi hal ini, Anda bisa menyimak delapan tips berikut supaya lebih waspada. Mengutip dari laman pid.kepri.polri.go.id, berikut adalah delapan cara agar terhindar dari modus penipuan. 

1. Fokus pada Inti Percakapan

Pahami maksud dari penelpon dengan cepat. Biasanya penipu akan meminta sesuatu dari korban. Modus utamanya biasanya iming-iming hadiah ataupun kabar darurat keluarga. Modus lainya, biasanya mereka menanyakan nomor kartu kredit dan Pin ATM untuk meminta sejumlah uang.

2. Jangan Membiarkan Penipu Berbicara Terlalu Lama

Jika Anda menerima panggilan dari nomor yang tidak dikenal, usahakan jangan berbicara terlalu lama. Langsung tanyakan pada inti pembicaraan, agar Anda tidak terjebak bujukan si penipu.

3. Jangan Pernah Memberikan Data Pribadi

Jangan pernah memberikan data pribadi berupa Pin ATM, nomor kartu kredit, password, atau nomor KTP kepada pihak-pihak yang tidak dikenal.

4. Beri Peringatan dengan Alasan Percakapan Telah Direkam

Jika sulit memutus sambungan, buat penipu ragu dengan mengatakan bahwa percakapan sedang direkam. Cara ini bisa membuat mereka berhenti karena takut nomornya dilacak.

5. Simpan dan Kumpulkan Bukti-Bukti

Dokumentasikan seluruh bukti-bukti dari penipu berupa tangkapan layar percakapan, rekaman suara, atau pesan yang masuk dari penipu. 

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore