
Presiden Prabowo bersama Mentan Andi Amran Sulaiman dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo melakukan panen raya jagung serentak di Kabupaten Bengkayang. (Humas Kementan)
JawaPos.com - Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berkomitmen untuk memperkuat ketahanan pangan di dalam negeri. Ini sejalan dengan keyakinannya bahwa produksi pangan dalam negeri adalah fondasi utama bagi masa depan Indonesia.
Selain itu, Prabowo juga meyakini tidak ada satu pun bangsa yang benar-benar merdeka tanpa kemampuan memproduksi pangannya sendiri. Pasalnya, ketergantungan pada pangan impor hanya akan membuka celah intervensi dari pihak luar.
"Tidak ada negara yang merdeka berdaulat tanpa dia bisa produksi makannya sendiri karena itu produksi pangan bagi saya adalah strategis. Selalu bangsa kita diganggu bahkan dirusak melalui pangan. Kalau ada bangsa lain yang ingin merusak kita, dia akan merusak pangan kita,” kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna, Istana Kepresidenan Jakarta, pada awal Agustus ini.
Bahkan, komitmen terhadap ketahanan pangan ini telah masuk dalam 8 agenda prioritas pemerintahan Prabowo untuk tahun 2026 mendatang. Secara konkret, pemerintah melalui Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 mengalokasikan senilai Rp 164,4 triliun untuk anggaran ketahanan pangan.
Adapun nantinya, anggaran ini akan digunakan untuk mendorong produktivitas, stabilitas harga dan kesejahteraan petani serta nelayan. Jika dilihat sejak tahun 2022, anggaran ketahanan pangan era Prabowo ini menjadi paling tinggi, pasalnya pada tahun 2022 hanya disiapkan sebesar Rp 88,8 triliun.
Lalu, anggaran ketahanan pangan pada tahun 2023 disiapkan sebesar Rp 115,1 triliun, pada tahun 2024 dialokasikan sebesar Rp 159,5 triliun, dan tahun 2025 sesuai outlook APBN ditetapkan sebesar Rp 155,2 triliun.
Secara rinci, Prabowo menyebut, alokasi anggaran ketahanan pangan ini sebagai wujud pemerintah guna membangun pondasi kemandirian bangsa. Terlebih, pemerintah sudah menargetkan bisa mencapai swasembada pangan, terutama beras, gula, dan jagung.
MODERASI PERTANIAN: Staf Kementan menumpang mesin pertanian yang dipakai untuk mengolah sawah baru di Merauke. (HUMAS KEMENTAN)
Target Swasembada Beras
Jika menilik soal target swasembada beras, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan akan mempercepat dari target Presiden Prabowo. Sebelumnya, Prabowo meminta sekitar tahun 2027 atau 3 tahun ke depan bisa mencapai swasembada beras. Namun, Amran menargetkan bahwa tahun ini tak ada lagi impor beras.
Bahkan, Mentan juga mengungkapkan bahwa stok beras nasional saat ini telah mencapai lebih dari 4 juta ton. Bahkan diklaim sebagai capaian dari swasembada beras. “Tertinggi selama 57 tahun dan pernah kita capai 3 juta ton, yaitu tahun 1984,” jelas Amran.
Sejumlah langkah untuk mencapai target swasembada beras pun terus dilakukan, diantaranya mencakup pompanisasi, optimalisasi lahan rawa, dan cetak sawah baru.
Dengan begitu, program-program tersebut akan berkontribusi terhadap peningkatan produksi beras yang diharapkan mencapai jutaan ton setiap tahunnya.
Target Swasembada Jagung
Komitmen Prabowo untuk mencapai target swasembada jagung telah tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 10 Tahun 2025 tentang Pengadaan dan Pengelolaan Jagung Dalam Negeri serta Penyaluran Cadangan Jagung Pemerintah (CJP).

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
