
menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati datang ke rumah duka mantan menteri Perekonomian Kwik Kian Gie, Selasa (29/7/2025). (Instagram @smindrawati)
JawaPos.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan bahwa alokasi anggaran Ibu Kota Nusantara (IKN) dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2026 hanya dialokasikan sebesar Rp 6,3 triliun. Angka ini lebih rendah dari alokasi anggaran IKN 2025 sebesar Rp 13,5 triliun.
Meski begitu, Menkeu tidak begitu yakin dengan besaran anggaran tersebut. Ia mengaku perlu mengecek dan menunggu catatan dari Direktorat Jenderal Anggaran (DJA).
"Mungkin sebentar lagi, kayaknya Pak Luki sedang nulis, berarti sebentar lagi ke luar tuh angkanya," kata Sri Mulyani dalam sesi tanya jawab dengan awak media saat konferensi pers RAPBN 2026 dan nota keuangannya di Kantor DJP, Jakarta Selatan, Jumat (15/8).
Tak lama, Sri Mulyani kemudian menyampaikan bahwa anggaran IKN ditetapkan Rp 6,3 triliun. Namun, bendahara negara itu menyebutnya dengan penuh ragu.
Bahkan ia mengaku bakal segera dikoreksi jika angka yang disampaikannya ini tidak sesuai dengan RAPBN 2025. "Oh Rp 6,3 triliun Pak untuk IKN, maksud saya, kalau nggak salah ya? Bener nggak itu Pak, Rp 6,3 triliun paling nggak. Nanti kalau salah saya koreksi lagi," pungkas Sri Mulyani.
Untuk diketahui, Presiden Prabowo Subianto tak menyebutkan IKN sebagai program prioritas dalam penyampaian RAPBN 2026 dan Nota Keuangannya di Gedung DPR RI, Jakarta.
Meski begitu, dalam rapat terbatas (Ratas) yang membahas perkembangan Ibu Kota Nusantara yang diselenggarakan pada Selasa, 21 Januari 2025 lalu. Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui alokasi anggaran untuk kelanjutan pembangunan IKN periode 2025-2029 sebesar Rp 48,8 triliun.
Di sisi lain, Wakil Menteri Keuangan II, Thomas Djiwandono melaporkan telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 15 triliun untuk pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) pada tahun 2025 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Lebih lanjut, Thomas juga memastikan bahwa angka itu belum final. Pasalnya, pada pemerintahan baru nanti, Presiden terpilih Prabowo Subianto masih memiliki diskresi alias wewenang khusus untuk menentukan besaran anggaran pembangunan IKN.
"Total (anggaran) di IKN itu untuk 2025, saat ini Rp 15 triliun, tapi bisa ditambah dari diskresi Presiden (Prabowo Subianto)," lanjutnya.
Namun begitu, berdasarkan laporan dari Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Basuki Hadimuljono Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) OIKN senilai Rp 13,5 triliun. Rinciannya sekitar Rp 5,4 triliun dari Otorita IKN dan tambahan sekitar Rp 8,1 triliun untuk kawasan yudikatif dan legislatif.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
