Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 29 Juli 2025 | 13.15 WIB

KSSK Pastikan Sistem Keuangan RI Stabil, Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Tumbuh 5 Persen Tahun ini

Menteri Keuangan Sri Mulyani dan KSSK dalam konferensi pers di Kantor LPS, Jakarta Selatan, Senin (28/7).  (Nurul Fitriani/Jawapos) - Image

Menteri Keuangan Sri Mulyani dan KSSK dalam konferensi pers di Kantor LPS, Jakarta Selatan, Senin (28/7). (Nurul Fitriani/Jawapos)

JawaPos.com - Stabilitas Sistem Keuangan (SSK) pada Kuartal II-2025 dipastikan tetap terjaga di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi. Di tengah dinamika negosiasi tarif resiprokal Amerika Serikat (AS) dan eskalasi ketegangan geopolitik yang terus terjadi. 

Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang terdiri dari Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia (BI), Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Kuartal II-2025 tetap terjaga untuk menjadi landasan bagi ekonomi di tahun 2025 tumbuh di sekitar 5,0 persen. 

"Konsumsi dan daya beli yang masih positif serta aktivitas dunia usaha yang resilien turut didukung oleh peran APBN dalam menjalankan fungsi alokasi, distribusi, dan stabilisasi. Stimulus ekonomi, dorongan implementasi program strategis, dukungan bagi sektor prioritas, serta bantalan untuk sektor yang rentan terus diberikan Pemerintah," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam konferensi pers di Kantor LPS, Jakarta Selatan, Senin (28/7). 

Lebih lanjut, Menkeu mengatakan bahwa ekspor tetap kuat dengan mencatat surplus neraca perdagangan sebesar USD 15,38 miliar ytd per Mei 2025. Dari sisi moneter, BI menurunkan suku bunga, melonggarkan likuiditas, dan meningkatkan insentif likuiditas makroprudensial untuk mendorong kredit/pembiayaan ke sektor-sektor prioritas. 

Adapun ke depan, respons bauran kebijakan ekonomi nasional akan terus ditingkatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, termasuk aktif menjajaki potensi kerja sama, baik bilateral maupun multilateral. 

Keberhasilan negosiasi penurunan tarif resiprokal AS untuk Indonesia menjadi 19 persen diprakirakan akan menopang kinerja sektor padat karya seperti tekstil, alas kaki, dan furnitur. 

"Di sisi lain, implementasi tarif impor 0% atas produk asal AS diprakirakan mendorong harga produk migas dan pangan domestik lebih rendah," jelasnya. 

Selain itu, perkembangan risiko rambatan perlu terus dicermati, termasuk kinerja sektor manufaktur yang masih menunjukkan kontraksi di sepanjang Kuartal II-2025. Ke depan, peran swasta sebagai motor pertumbuhan juga akan terus didorong melalui percepatan deregulasi, termasuk peran Danantara dipastikan berjalan optimal. 

"Dengan berbagai perkembangan dan koordinasi strategi kebijakan untuk menciptakan multiplier effect lebih besar, ekonomi Indonesia tahun 2025 diproyeksikan akan tumbuh sekitar 5,0 persen," pungkasnya.

Sumber foto: Nurul Fitriana/JawaPos.com

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore