
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam panen raya jagung di Kalbar pada kamis (5/6). (Tim Media Presiden Prabowo).
JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto tengah mempercepat pembangunan Koperasi Merah Putih di setiap kelurahan dan desa di seluruh pelosok Tanah Air. Pembangunan Koperasi Merah Putih itu diharapkan dapat mendorong transformasi struktural yang tidak hanya bertumpu pada pertumbuhan semata, tetapi juga pada pemerataan ekonomi.
Ekonom senior INDEF, Didik J. Rachbini, menilai langkah Presiden Prabowo Subianto melalui pengembangan koperasi digital sebagai jawaban atas ketimpangan model bisnis digital saat ini.
"Teknologi, sistem keuangan, inovasi, dan kewirausahaan di kota lebih siap. Contoh bisnis digital yang hebat dan sukses besar adalah Gojek. Tetapi model seperti ini hanya menguntungkan perusahaan dan meninggalkan masa depan pengemudi,” kata Didik dalam keterangannya, Selasa (10/6).
Menurut Didik, dalam kerangka ideologi sosialisme pasar yang kini dijalankan pemerintahan Prabowo, platform digital seperti Gojek seharusnya dikembangkan menjadi koperasi. Hal itu agar para mitra pengemudi juga memiliki hak kepemilikan atas platform yang mereka jalankan setiap hari.
“Gojek akan lebih baik dibangun dan ditransformasikan menjadi koperasi. Para driver menjadi pemilik entitas bisnisnya. Platform dan aplikasinya dijalankan oleh pengurus koperasi,” jelas Didik.
Ia juga menyarankan agar pemerintah melalui entitas Danantara membangun platform transportasi digital nasional dengan model bisnis koperasi. Ia mencontohkan, mengacu pada Co-op Ride di New York City, layanan ride-sharing yang dimiliki dan dikelola langsung oleh para pengemudinya, bukan oleh korporasi teknologi besar seperti Uber dan Lyft.
“Model koperasi transportasi digital ini lebih feasible secara ekonomi karena masyarakat perkotaan kini jauh lebih banyak dibandingkan masyarakat pedesaan. Ini lebih sesuai dengan ideologi pemerintah saat ini,” ujarnya.
Meski Koperasi Merah Putih penting dalam distribusi logistik dan pemberdayaan desa, model koperasi digital untuk kota besar dinilai strategis dalam menjawab tantangan ketimpangan di era ekonomi digital.
Didik juga menyoroti bahwa kebijakan ekonomi Presiden Prabowo sangat dipengaruhi oleh pemikiran Prof. Sumitro Djojohadikusumo, tokoh ekonomi nasional yang juga ayahanda Prabowo.
Dalam bukunya Paradoks Indonesia, lanjut Didik, Prabowo telah menegaskan pentingnya ekonomi konstitusi sebuah pendekatan ekonomi yang mengedepankan keadilan sosial dan peran aktif negara dalam melindungi rakyat dari ketimpangan struktural pasar bebas.
“Model bisnis yang tidak menyertakan pengemudi sebagai stakeholders utama adalah cerminan kapitalisme murni. Pemerintahan Prabowo lebih menekankan sosialisme pasar,” pungkasnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
