Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 6 Mei 2025 | 03.38 WIB

Erick Thohir Usul ke Sri Mulyani Agar Subsidi dan Kompensasi BBM hingga Listrik Dibayar Pakai USD

Menteri BUMN Erick Thohir. (Nurul Fitriana/JawaPos.com)

JawaPos.com-Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengusulkan agar subsidi dan kompensasi energi yang biasa diterima Pertamina dan PLN sebagiannya dapat dibayar menggunakan dolar Amerika Serikat atau USD

Untuk diketahui, subsidi dan kompensasi energi tersebut meliputi Bahan Bakar Minyak (BBM), LPG, dan listrik yang biasa dibayarkan pemerintah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kepada dua perusahaan pelat merah. 

Menurut Erick, hal itu dilakukan sebagai bentuk sinergi antar kementerian di bawah pimpinan Presiden Prabowo Subianto di tengah kondisi ketidakpastian global. 

"Kemarin dengan Kementerian ESDM dan Bu Menkeu (Sri Mulyani) sangat-sangat supportif ketika kami mengusulkan mungkinkah subsidi kompensasi itu sebagian dibayarkan dengan sistem pembayaran tidak hanya rupiah, tapi USD," kata Erick dalam konferensi pers di Kantornya, Senin (5/5). 

"Dibandingkan kami mencari USD sendiri, toh kita satu keluarga besar. Apakah BI, apakah Kemenkeu, apakah Pertamina, apakah PLN kan kita keluarga besar bangsa Indonesia merah putih," sambungnya. 

Lebih lanjut, Erick menyebut selama proses pengusulan tersebut Menteri Keuangan Sri Mulyani sangat responsif. Terlebih, memang niat ini hadir salah satunya sebagai bentuk menjaga nilai tukar rupiah agar tidak tertekan. 

"Ibu Menkeu sangat responsif. Nah ini salah satunya kita menjaga juga agar nilai tukar tidak tertekan dan kita juga menjaga bagaimana kesehatan BUMN," pungkasnya. 

Sementara itu, berdasarkan laporan Kemenkeu, realisasi belanja subsidi energi sudah mencapai Rp 32,2 triliun hingga Maret 2025. Adapun rinciannya, untuk subsidi BBM telah disalurkan sebanyak 2.907,7 kilo liter realisasinya tercatat meningkat 3,5 persen dari sebelumnya sebesar 2.807,9 kilo liter. 

Kemudian, LPG 3 kg realisasinya mencapai 1.368 kilo liter, atau meningkat 2,9 persen bila dibandingkan periode sama tahun lalu. Sedangkan subsidi listrik bersubsidi mencapai 41,9 juta pelanggan, atau meningkat 4,2 persen bila dibandingkan periode sama tahun lalu.

Lebih rinci, Kemenkeu mencatat hingga Maret 2025, pemerintah telah menyalurkan bantuan atau subsidi LPG, BBM, dan transportasi publik Rp 121,6 triliun. Kemudian, subsidi listrik sebesar Rp 89,8 triliun.

Sumber foto: Nurul Fitriana/JawaPos.com

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore