
Bank Central Asia (BCA). (Reuters)
JawaPos.com–Indeks dolar Amerika Serikat (USD) melemah 0,55 persen ke level 102,35 hingga pukul 15.50 kemarin (9/4). Sementara rupiah masih betah di level Rp 16.800. Perbankan mengambil langkah pruden dalam menghadapi dinamika makroekonomi saat ini.
Hingga pukul 16.20, Rabu (9/4), Bloomberg market spot rate mencatat nilai tukar rupiah berada di level Rp 16.872,5 per USD. Turun 18,5 poin atau 0,11 persen. Mengacu Jakarta Interbank Spot Dollar Rate Bank Indonesia (JISDOR BI), rupiah di posisi Rp 16.943 per USD.
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) senantiasa mencermati dinamika makroekonomi domestik maupun global. Termasuk dampak dari kebijakan tarif impor Amerika Serikat (AS).
”Kami meyakini pemerintah dan otoritas telah memiliki langkah strategis dalam mengantisipasi dinamika perekonomian global,” kata EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA Hera F. Haryn kepada Jawa Pos.
Fundamental bisnis, lanjut dia, menjadi fokus perseroan. Tetap mengambil langkah yang pruden dalam menghadapi dinamika perekonomian saat ini. Selain itu, juga mempertahankan posisi permodalan dan likuiditas yang solid guna menghadapi ketidakpastian global.
”Sekaligus memberikan landasan bagi pertumbuhan kredit yang berkesinambungan dan berkualitas,” ujar Hera F. Haryn.
Di tengah fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap valuta asing akibat tekanan ekonomi global, Hera menyatakan, pengelolaan risiko eksposur valuta asing dilakukan dengan menjaga rasio posisi devisa neto (PDN) secara konservatif. Pada Desember 2024, PDN BCA tercatat 0,3 persen. Jauh di bawah batas maksimum sebesar 20 persen yang diterapkan oleh regulator.
Bank swasta nasional terbesar itu telah mempersiapkan berbagai langkah untuk mengantisipasi risiko pasar atas transaksi yang terkait dengan risiko nilai tukar dan suku bunga. Termasuk dengan melakukan penetapan dan kontrol limit risiko pasar.
”Tak hanya itu, BCA juga konsisten melakukan stress test dalam mengukur risiko,” ungkap Hera.
BCA berkomitmen memenuhi kebutuhan transaksi valas sesuai kebutuhan nasabah dalam berbagai jenis mata uang. Berfokus untuk selalu memastikan hadirnya platform perbankan transaksi yang aman dan andal. Serta dapat menjadi solusi yang relevan bagi kebutuhan nasabah.
”Hingga Desember 2024, transaksi valas BCA tercatat tumbuh positif,” terang Hera F. Haryn.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
