Ilustrasi THR. (Pinterest).
JawaPos.com – Penyaluran tunjangan hari raya (THR) untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) pemerintah pusat hampir rampung. Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi (KLI) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Deni Surjantoro menjelaskan, pembayaran THR ASN pemerintah pusat ini sudah disalurkan seluruhnya atau kepada 2.1.47.826 pegawai atau personel.
Deni memerinci, jumlah realisasi THR ASN pemerintah pusat mencapai Rp 15,92 triliun, pensiunan sebesar Rp 11,6 triliun, dan ASN Daerah mencapai Rp 11,76 triliun.
"Secara keseluruhan jumlah satker yang sudah membayarkan THR sebanyak 8.852 satker (100 persen) dari 8.852 satker. Jumlah Kementerian/Lembaga yang sudah mengajukan THR sebanyak 97 K/L (100 persen) dari 97 K/L," ujarnya di Jakarta, Selasa (25/3).
Deni menjelaskan, realisasi 100 persen itu berarti bahwa semua satker sudah membayarkan THR. Namun, dimungkinkan bahwa pembayarannya belum seluruh komponen THR, karena masalah administratif.
"Misalnya K/L baru, yang mungkin masih memproses komponen tukin-nya sehingga masih ada beberapa K/L yang mungkin masih menyelesaikan proses administrasi," imbuh dia.
Dia memerinci, pembayaran THR PNS sebesar Rp 8,3 triliun untuk 840.776 pegawai; pembayaran THR Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sebesar Rp 433,2 miliar untuk 113.857 pegawai; pembayaran THR Anggota POLRI sebesar Rp 3,36 triliun untuk 488.818 personel/pegawai.
Selanjutnya, untuk pembayaran THR Prajurit TNI sebesar Rp 3,04 triliun untuk 493.813 personel/pegawai; dan pembayaran THR Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN) sebesar Rp 766,9 miliar untuk 210.562 pegawai.
Untuk THR pensiunan, Deni menyebut, realisasi pencairannya sebesar Rp 11,6 triliun untuk 3.589.340 pensiunan (98,50 persen). Rinciannya, penyaluran THR pensiunan melalui PT Taspen sebesar Rp 10,21 triliun untuk 3.102.239 pensiunan (98,59 persen).
Sedangkan penyaluran THR pensiunan melalui PT Asabri sebesar Rp 1,38 triliun untuk 487.101 pensiunan (97,97 persen). Sementara itu, realisasi pembayaran THR pada 346 pemerintah daerah (pemda) dari 542 Pemda (63,84 persen) tercatat sebesar Rp 11,76 triliun untuk 2.305.419 pegawai.
Terpisah, Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer mengapresiasi pada aplikator yang sudah menyerahkan Bonus Hari Raya (BHR) pada mitra drivernya. Menurutnya, salah satu bentuk penghargaan perusahaan/aplikator kepada pengemudi adalah perhatian pada saat menjelang Hari Raya Idul Fitri seperti sekarang ini. Salah satunya melalui BHR.
Karenanya, dia mengapresiasi aplikato, khususnya Maxim yang telah memberi BHR hingga Rp 1 juta lebih kepada driver ojek online (ojol) dan hingga Rp 1,2 juta driver taksi online yang bermitra.
"Penghargaan Maxim kepada para pengemudi paling rendah Rp 500 ribu, akan menjadi promosi nyata. Para driver di perusahaan lain akan tahu, perusahaan mana yang paling manusiawi," ungkapnya.
Kemnaker juga mengapresiasi Maxim yang menjadi operator yang mengenakan potongan komisi yang paling kompetitif dibanding semua perusahaan sejenis. Melihat ini, ia pun berharap, Maxim bisa menjadi perusahaan taksi online pertama yang mengangkat para pengemudi sebagai karyawan.
"Karena keluhan para pengemudi selama ini, mereka hanya diperlakukan sebagai mitra, bukan karyawan," ujarnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
