Menteri Ketenagakerjaan Yassierli saat konferensi pers Program Pelatihan Vokasi Nasional di Jakarta, Jumat (27/2). (Nurul F/JawaPos.com)
JawaPos.com – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli memastikan pengemudi ojek online (ojol) bakal menerima Bonus Hari Raya (BHR) pada tahun ini. Saat ini, pemerintah tengah mematangkan skema dan besaran manfaat, sembari menunggu arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Menaker mengaku belum bisa menyampaikan secara detail skema BHR bagi ojol itu. Pasalnya, ia bersama Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto akan berkonsultasi terlebih dahulu dengan Presiden Prabowo sebelum mengumumkan keputusan final.
“Kemudian terkait dengan BHR, tentu saya dan Pak Menko kita harus konsultasi dulu dengan Pak Presiden ya. Dan beliau hari Senin mungkin kita bisa temui nanti, atau hari Selasa,” ujar Menaker dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (27/2).
Menurut dia, hasil konsultasi tersebut akan menjadi dasar pemerintah dalam menetapkan kebijakan resmi terkait Bonus Hari Raya bagi para pengemudi transportasi daring.
“Nanti dari situ nanti kita akan laporkan semua terkait dengan pertemuan kami dengan aplikator,” imbuhnya.
Di sisi lain, Menaker juga mengungkapkan bahwa pemerintah telah melakukan pertemuan dengan sejumlah perusahaan aplikator beberapa hari lalu. Dalam pertemuan itu, pemerintah dan pihak aplikator berupaya menyamakan persepsi terkait pemberian BHR.
“Ya jadi kita melakukan pertemuan dengan aplikator beberapa hari yang lalu, intinya sama. Jadi kita terus menyamakan persepsi dan kita ingin memastikan bahwa memang BHR tahun ini itu lebih baik dan penerima manfaatnya juga lebih luas,” ungkapnya.
Ia menekankan, pemerintah ingin agar skema BHR tahun ini tidak hanya meningkat dari sisi kualitas, tetapi juga menjangkau lebih banyak pengemudi ojol sebagai penerima manfaat.
Pemerintah, lanjut Menaker, memahami harapan para pengemudi transportasi online yang selama ini berkontribusi besar terhadap mobilitas masyarakat dan perekonomian digital nasional.
Karena itu, pembahasan dengan aplikator tidak hanya menyangkut nominal, tetapi juga mekanisme penyaluran serta kriteria penerima agar lebih inklusif.
“Kita ingin memastikan bahwa memang BHR tahun ini itu lebih baik dan penerima manfaatnya juga lebih luas,” tandasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
