
Departemen Pengelolaan Pelabuhan PT Petrokimia Gresik dan unit kerja lain menciptakan terobosan yakni WMS Inbound.
JawaPos.com–Menyambut era V.U.C.A, PT Petrokimia Gresik menyiapkan beberapa program transformasi digital. Digitalisasi tersebut diharapkan mendongkrak performa kinerja perusahaan.
Selain itu, program transformasi digital PT Petrokimia Gresik juga diharapkan mendukung visi perusahaan menjadi produsen pupuk dan produk kimia lainnya.
Vice President Departemen Pengelolaan Pelabuhan Boy Cahyo Prihanto mengatakan, diperlukan suatu sistem dalam mendukung pengelolaan bahan baku yang efektif dan efisien.
”Saat ini, Departemen Pengelolaan Pelabuhan melakukan inisiasi dalam hal penerapan transformasi digital di bidang logistik di PT Petrokimia Gresik. Dalam proses bisnisnya Departemen Pengelolaan Pelabuhan merupakan pintu gerbang awal kedatangan bahan baku atau yang bisa disebut inbound,” terang Boy Cahyo Prihanto.
Menurut Boy, pengelolaan bahan baku yang cukup kompleks menjadi tantangan. Karena itu, diperlukan kajian-kajian yang komprehensif dalam mewujudkan keinginan tersebut.
”Program transformasi digital diharapkan mampu menjadi katalis bagi perusahaan untuk terus tumbuh dan berkembang. Kami berupaya untuk mengakselerasi penerapan digitalisasi di lingkup logistik perusahaan,” papar Boy.
Departemen Pengelolaan Pelabuhan, lanjut Boy, bersama-sama dengan unit kerja lain berkolaborasi guna menciptakan sistem yang mumpuni dalam menjawab kebutuhan manajemen. Salah satu terobosan yakni pembuatan WMS Inbound.
”WMS Inbound merupakan hasil kolaborasi dari berbagai unit kerja untuk menjawab kebutuhan supply chain khususnya pada proses inbound. WMS Inbound memiliki tiga fitur utama yaitu realization, visualization, dan dashboard,” terang Boy Cahyo Prihanto.
Dengan konsep digitalisasi logistik melalui sistem WMS Inbound, PT Petrokimia Gresik pada 2022 mampu mendapatkan reward melalui despatch lebih dari 1 juta USD.
Pemimpin proyek digitalisasi WMS Inbound yang sekaligus menjabat sebagai Assistant Vice President Perencanaan dan Pengendalian Pelabuhan Bagusranu Wahyudi Putra mengatakan, keuntungan dari seluruh sistem tersebut terasa bagi perusahaan. Sebab mampu menekan waktu pelaporan bahan baku logistik yang cukup lama menjadi sangat singkat.
”Serta yang terpenting adalah dapat melihat kondisi serta pergerakan stok bahan baku secara realtime. Pada fitur dashboard dapat menjadi quick decision making bagi manajemen karena mampu memperlihatkan grafik konsumsi bahan baku serta forecasting,” papar Bagusranu Wahyudi Putra.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
