
Juara pertama kontes Bandeng Kawak Gresik diraih Syaifullah Mahdi dengan bandeng berbobot 19 kilogram dan panjang 114 sentimeter. (Istimewa)
JawaPos.com–Rekor Kontes Bandeng Kawak terpecahkan. Senin (16/3), bandeng dengan bobot 19 kilogram keluar sebagai pemenang kontes. Bandeng raksasa itu langsung dibeli Rp 50 juta oleh PT Petrokimia Gresik.
Bandeng berukuran jumbo dengan panjang 114 sentimeter itu dibudidayakan selama kurang lebih 18 tahun. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan, Pasar Bandeng bukan sekadar tradisi tahunan menjelang lebaran, melainkan bagian dari identitas budaya yang terus hidup dan dijaga masyarakat Gresik.
”Banyak budaya yang alhamdulillah satu per satu kami arsipkan dan juga kami lestarikan. Mulai dari Rebo Wekasan di Manyar, Malam Selawe di Kebomas, hingga Festival Bandeng Kawak yang hari ini kita rayakan melalui Pasar Bandeng. Ini adalah tradisi budaya yang terus kita jaga,” ujar Fandi Akhmad Yani.
Menurut dia, tradisi seperti Pasar Bandeng tidak hanya penting sebagai warisan budaya, tetapi juga membawa dampak nyata bagi masyarakat. ”Festival-festival budaya ini punya multiplier effect, baik secara ekonomi, sosial, maupun budaya. Mudah-mudahan identitas Kabupaten Gresik terus terjaga. Kalau ingat bandeng, ya pasti ingat Kabupaten Gresik,” tegas Fandi Akhmad Yani.
Bupati Yani juga menyoroti sektor perikanan sebagai salah satu penopang penting pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, dukungan terhadap para petambak terus diperkuat, salah satunya melalui distribusi 9.825 ton pupuk bersubsidi untuk budidaya tambak di Kabupaten Gresik.
Pupuk tersebut terdiri dari urea, SP-36, dan pupuk organik, dengan harga sekitar Rp 1.800 per kilogram, jauh di bawah harga pasar yang hampir menyentuh Rp 10.000 per kilogram.
”Selamat buat para petani tambak. Mudah-mudahan ini menjadi spirit dan motivasi agar terus membudidayakan bandeng yang ada di Kabupaten Gresik,” tandas Fandi Akhmad Yani.
Dalam kontes tahun ini, juara ketiga diraih Zainul Abidin dari Desa Watuagung, Kecamatan Bungah, dengan bandeng berbobot 8 kilogram dan panjang 90 sentimeter. Juara kedua diraih Askin dari Desa Pangkahwetan, Kecamatan Ujungpangkah, dengan bandeng berbobot 14 kilogram dan panjang 100 sentimeter.
Sementara juara pertama diraih Syaifullah Mahdi dari Desa Pangkahwetan, Kecamatan Ujungpangkah, dengan bandeng berbobot 19 kilogram dan panjang 114 sentimeter.
Syaifullah Mahdi menuturkan, bandeng berukuran besar memang membutuhkan waktu pemeliharaan yang tidak sebentar.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
