
Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS, Imam Machdi dalam paparannya Senin (17/4).
JawaPos.com – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia pada Maret 2023 mencapai USD 23,50 miliar. Angka ini naik 9,89 persen dibandingkan bulan sebelumnya atau month-to-month (mtm), namun turun 11,33 persen dibandingkan Maret 2022 atau year-on-year (yoy).
Di sisi lain nilai impor Indonesia pada Maret 2023 tercatat USD 20,59 miliar. Angka ini naik 29,33 persen dibandingkan Februari 2023, tetapi turun 6,26 persen dibandingkan Maret 2022.
"Dengan demikian neraca perdagangan RI pada bulan Maret 2023 mengalami surplus USD 2,91 miliar. Diperoleh dari perdagangan sektor nonmigas yang surplus USD 4,58 miliar, namun tereduksi oleh defisit sektor migas yang senilai USD 1,67 miliar," terang Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS, Imam Machdi dalam paparannya Senin (17/4).
Imam Machdi memaparkan secara kumulatif, ekspor Indonesia pada tiga bulan pertama 2023 atau dari Januari sampai Maret mencapai USD 67,2 miliar. Angka ini naik 1,6 persen dibanding kuartal I 2022 (c-to-c).
Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari–Maret 2023 turun 5,4 persen c-to-c. Demikian juga ekspor hasil pertanian, kehutanan, dan perikanan turun 5,69 persen c-to-c. Sedangkan ekspor hasil tambang dan lainnya naik 28,10 persen c-to-c.
"Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–Maret 2023 berasal dari Jawa Barat dengan nilai USD 9,19 miliar (13,68 persen), diikuti Kalimantan Timur USD 7,95 miliar (11,83 persen), dan Jawa Timur USD 6,31 miliar (9,38 persen)," jelas Imam.
Di sisi lain, pada tiga bulan pertama 2023, impor Indonesia tercatat mencapai USD 54,95 miliar. Angka ini turun 3,28 persen dibanding kuartal I 2022.
Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–Maret 2023 adalah Tiongkok USD 15,04 miliar (32,26 persen), Jepang USD 4,25 miliar (9,12 persen), dan Thailand USD 2,92 miliar (6,26 persen). Impor nonmigas dari ASEAN USD 8,07 miliar (17,31 persen) dan Uni Eropa USD 3,38 miliar (7,24 persen).
"Menurut golongan penggunaan barang, nilai impor Januari–Maret 2023 terhadap periode yang sama tahun sebelumnya terjadi peningkatan pada golongan barang modal USD 896,5 juta (10,50 persen) dan barang konsumsi USD 125,5 juta (2,73 persen), namun bahan baku/penolong turun USD 2,884 miliar (6,60 persen)," pungkasnya.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
