JawaPos.com-Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa pagar laut misterius di laut Tangerang dan Bekasi bukan bagian dari proyek tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall.
"Bukan (bagian Giant Sea Wall), bukan. Bukan, beda, beda," kata Airlangga usai menghadiri acara Musyawarah Nasional Konsolidasi Persatuan Kadin Indonesia di Jakarta, Kamis (16/1).
Dia mengatakan, untuk Giant Sea Wall sendiri pemerintah masih menyiapkan konsep yang akan dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto.
Bahkan rencananya, lanjut Airlangga, proyek tersebut akan dibuat dengan konsep publlic private partnership atau kerjsa sama antarapemerintah dan pihak swasta.
"Giant Sea Wall kita sedang siapkan konsepnya, nanti tentu akan dilaporkan kepada Bapak Presiden (Prabowo), dan program itu rencananya public private partnership,” sambungnya.
Sebelumnya, viral di media sosial penemuan pagar laut misterius di perairan Kabupaten Tangerang, Banten dan Bekasi, Jawa Barat. Dalam video yang beredar, pagar laut di Bekasi dilakukan oleh sekelompok orang dengan menggunakan eskavator.
Tak seperti di Tangerang, pagar laut di Bekasi tak hanya terbuat dari bambu melainkan dibentuk seperti tanggul.
“Kembali ditemukan laut dipagari bambu di Tarumajaya, Bekasi. Proses pemagaran gak main-main pakai alat berat eskavator apa ini juga ulah nelayan/warga?” tulis akun TikTok Sadega yang dikutip pada Selasa (14/1).
Merespons hal itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan pagar laut di dua lokasi tersebut tak ada yang memiliki izin persetujuan kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang laut (PKKPRL). Itu sebabnya, KKP telah melakukan penyegelan terhadap pagar laut yang ditemukan di awal tahun 2025 ini.
Untuk diketahui, penyegelan pagar laut Tangeran telah dilakukan KKP pada Kamis (9/1). Sedangkan pagar laut di perairan Muara Tawar, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat dilakukan pada, Rabu (15/1).