
Kadiv Pasar Modal Syariah BEI Irwan Abdalloh di acara Perkembangan Pasar Modal Syariah & Perlindungan Investor di Pasar Modal Syariah dan acara Bedah Buku "Pasar Modal Syariah" di BEI, Jumat (29/11).
JawaPos.com - Pertumbuhan pasar modal syariah di Indonesia perlahan terus mengalami meningkat. Data Islamic Finance Development Report (IFDR) 2023, Indonesia berada di peringkat keempat market leader pasar modal syariah secara global setelah Malaysia, Arab Saudi, dan Iran, dengan mencapai USD 98 miliar. Kendati demikian, masih banyak pekerjaan rumah untuk terus memaksimalkan industri pasar modal syariah di Indonesia.
Kepala Divisi Pasar Modal Syariah Bursa Efek Indonesia (BEI) Irwan Abdalloh membeberkan tiga tantangan pasar modal syariah di Indonesia. Tantangannya yakni, pertama, literasi dan inklusi pasar modal syariah di Indonesia masih sangat rendah, hal ini dipengaruhi oleh luasnya wilayah Indonesia serta jaringan literasi yang masih terbatas.
Kedua, penggunaan teknologi di industri keuangan syariah, khususnya pasar modal syariah masih tertinggal jauh dibandingkan dengan konvensional. "Ketiga, ekosistem pasar modal syariah belum terbentuk lengkap, baik dari sisi lembaga keuangan syariah maupun jumlah emiten syariah," ujar Irwan dalam acara Perkembangan Pasar Modal Syariah & Perlindungan Investor di Pasar Modal Syariah yang akan dilanjutkan dengan Peluncuran dan Bedah Buku "Pasar Modal Syariah" di BEI, Jumat (29/11).
Di sisi lain, Indonesia juga memiliki peluang yang sangat besar dalam meningkatkan pertumbuhan pasar modal syariah. Jumlah demografi penduduk Indonesia yang begitu banyak serta penggunaan mobile phone masyarakat yang sangat tinggi dapat mendorong pertumbuhan pasar modal syariah.
"Nah dukungan pemerintah suka-tidak suka sekarang itu meskipun belum optimal, tapi pemerintah sangat support dengan menerbitan produk investasi berbasis ritel: sukuk ritel dan sukuk tabungan, serta pendirian lembaga pemerintah yang berpotensi menjadi liquidity provider: BPKH, BPJS Kesehatan," ucapnya.
Karena itu, Irwan meyakini pertumbuhan pasar modal syariah di Indonesia bisa melaju cepat dengan memfokuskan pada ritel investor, edukasi literasi dan inklusi, inovasi ide terbaru, serta kolaborasi antar stakeholder.
"Kita fokus di dalam negeri. Jadi eksposur kita sekarang mau dorong ke dalam negeri. Karena eksposur luar negeri udah selesai nih. Udah cukup lah kita dikenal 4 tahun berturut-turut kemarin. Stop, kita fokus ke dalam negeri gedein," pungkasnya.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
