Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 Oktober 2024 | 19.58 WIB

BSI Fokus Tingkatkan Pendapatan dan Bisnis Segmen Resilience

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) fokus meningkatkan pendapatan dan menumbuhkan bisnis pada segmen yang resilience. (Istimewa) - Image

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) fokus meningkatkan pendapatan dan menumbuhkan bisnis pada segmen yang resilience. (Istimewa)

JawaPos.com–PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) fokus meningkatkan pendapatan dan menumbuhkan bisnis pada segmen yang resilience. Di sisi lain, juga menjaga cost efficiency dari sisi biaya dana maupun biaya overhead bank.

Direktur Utama BSI Hery Gunardi menuturkan, total pembiayaan BSI mencapai Rp 267,06 triliun pada triwulan III 2024. Tumbuh 15,28 persen year-on-year (YoY), di atas rata-rata industri sebesar 11,30 persen YoY per Agustus 2024. Ditopang segmen wholesale yang meningkat 12,17 persen YoY menjadi Rp 74,31 triliun.

Kemudian pembiayaan segmen ritel juga naik double digit sebesar 17,30 persen YoY senilai Rp 47,01 triliun. Sedangkan, konsumer tumbuh 16,27 persen YoY sebesar 145,73 triliun.

Dari beberapa pembiayaan BSI, terdapat produk cicil emas yang meningkat 143,41 persen YoY. Pembiayaan cicil emas BSI naik 5-6 kali lipat sejak merger yang dipicu peningkatan harga emas secara signifikan.

”Kami sedang menumbuhkan segmen pembiayaan berbasis emas. Dan melakukan intensifikasi kepada existing customer untuk meningkatkan product holding ratio. Saat ini, product holding ratio posisi September 2024 baru mencapai 2,86 kali,” ucap Hery dalam paparan kinerja triwulan III 2024.

Alhasil, BSI mampu meraup laba bersih Rp 5,11 triliun atau tumbuh 21,6 persen YoY pada triwulan III 2024. Heri menyatakan, tetap fokus pada pembiayaan yang sehat dan sustain. Yakni di segmen konsumer dan ritel dengan komposisi 72,17 persen. Serta funding fokus pada pertumbuhan dana murah (CASA) dengan komposisi 61,69 persen dari total dana pihak ketiga (DPK).

”Kami mengejar pertumbuhan penetrasi di segmen-segmen yang resilience dan memberikan profitabilitas yang baik,” ujar Heri.

Di tengah ketatnya kompetisi likuiditas bank, Direktur Sales and Distribution BSI Anton Sukarna mengatakan, DPK meningkat 14,92 persen menjadi Rp 301,22 triliun. Komposisinya didominasi produk tabungan yang tumbuh 13,40 persen menjadi Rp 130,18 triliun. Adapun rasio dana murah (CASA) berada pada posisi 61,69 persen.

”Kenaikan tabungan sejalan dengan peningkatan customer base yang sejak merger rata-rata bertambah 2,5 juta nasabah per tahun. Untuk meningkatkan layanan, BSI terus memperbaiki layanan termasuk mempersiapkan SuperApps yang segera di-launching, selain menambah jumlah ATM, EDC, layanan QRIS, serta akses BSI Agen,” terang Anton Sukarna.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore