Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 7 Oktober 2024 | 05.47 WIB

Mengenal Istilah Inflasi dan Deflasi, Penyebab serta Cara Menghadapinya agar Terhindar dari Masalah Finansial

Ilustrasi Inflasi dan Deflasi (Freepik/freepik.com) - Image

Ilustrasi Inflasi dan Deflasi (Freepik/freepik.com)

JawaPos.com - Dalam dunia ekonomi, kita mengenal istilah inflasi sebagai kenaikan harga secara terus-menerus dan deflasi sebagai penurunan harga secara umum. Kedua fenomena ini merupakan bagian alami dari siklus ekonomi.

Jika inflasi dan deflasi tidak terkendali, maka dapat memicu ketidakstabilan ekonomi yang serius. Oleh sebab itu, pemerintah selalu berupaya menjaga tingkat inflasi agar tetap berada dalam batas yang wajar melalui berbagai kebijakan ekonomi.

Dikutip dari forbes.com, Minggu (6/10), berikut ini istilah inflasi dan deflasi, penyebab hingga cara menghadapinya supaya terhindar dari masalah finansial.

Pengertian dan Penyebab Inflasi 

Secara sederhana, inflasi terjadi ketika harga barang dan jasa meningkat. Inflasi merujuk pada tingkat kenaikan harga-harga, seperti perumahan, makanan, pakaian, transportasi, dan lainnya. Umumnya, tingkat inflasi dihitung berdasarkan perubahan harga rata-rata dalam sekeranjang komoditas dan jasa selama periode waktu tertentu.

Selain itu, harga komoditas dan jasa lainnya yang meningkat dari waktu ke waktu juga dimasukkan dalam keranjang tersebut, dan tingkat inflasi dihitung menggunakan tahun dasar. Persentase kenaikan harga barang dianggap sebagai tingkat inflasi. Seiring dengan meningkatnya inflasi, konsumen cenderung mengurangi pembelian mereka.

Adapun beberapa penyebab dari inflasi adalah sebagai berikut ini:

1. Pasokan uang: Salah satu faktor utama yang menyebabkan kenaikan harga dalam suatu perekonomian, yang pada gilirannya memicu inflasi. Apabila jumlah mata uang yang beredar meningkat, nilai mata uang tersebut akan berkurang. Saat uang yang beredar dalam perekonomian melebihi peningkatan produksi barang dan jasa, hal ini bisa memicu inflasi.

2. Peningkatan utang negara: Ketika utang suatu negara bertambah, negara tersebut harus mencari cara guna melunasi utangnya, baik dengan meningkatkan pajak atau mencetak lebih banyak uang.

3. Meningkatnya daya beli: Dengan meningkatnya daya beli masyarakat, mereka mempunyai lebih banyak uang untuk dibelanjakan pada barang dan jasa. Hal ini menciptakan permintaan yang lebih tinggi, yang kemudian memaksa perusahaan menaikkan harga, sehingga menyebabkan inflasi di dalam perekonomian.

4. Suku bunga: Suku bunga juga memainkan peran penting dalam inflasi. Ketika suku bunga rendah, jumlah uang yang beredar cenderung lebih banyak, yang dapat meningkatkan inflasi. Maka dari itu, dalam mengendalikan inflasi, banyak negara biasanya akan menaikkan suku bunga guna mengatur likuiditas.

Pengertian dan Penyebab Deflasi

Deflasi adalah fenomena yang berlawanan dengan inflasi. Saat deflasi terjadi, harga barang dan jasa mengalami penurunan yang meningkatkan daya beli uang. Hal ini berarti bahwa dengan jumlah uang yang sama lebih banyak barang dan jasa mampu dibeli.

Kondisi ini biasanya muncul dalam perekonomian ketika pasokan uang terbatas. Secara umum, deflasi dianggap sebagai tanda krisis ekonomi yang seringkali disertai dengan tingkat pengangguran yang tinggi dan produktivitas barang dan jasa yang sangat rendah.

Dalam situasi deflasi, baik bisnis maupun masyarakat cenderung mengakumulasi kekayaan yang lebih sedikit, sehingga pengeluaran menjadi sangat rendah. Penurunan pengeluaran ini mengakibatkan penurunan permintaan. Sehingga, perusahaan seringkali menurunkan harga barang dan jasa guna mendorong peningkatan permintaan.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore