Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 4 Oktober 2024 | 21.08 WIB

Injak Usia 29 Tahun, Jawab Berbagai Tantangan Memenuhi Kebutuhan Listrik Tanah Air

Komitmen Holding PLN bersama PLN IP untuk terus mengembangkan EBT telah tercantum dalam RUPTL 2021 – 2030. (Istimewa) - Image

Komitmen Holding PLN bersama PLN IP untuk terus mengembangkan EBT telah tercantum dalam RUPTL 2021 – 2030. (Istimewa)

JawaPos.com - PLN Indonesia Power (PLN IP) menginjakan usia ke-29 tahun yang jatuh pada Kamis (3/10) kemarin. Dalam perjalanannya, mereka telah menerapkan beragam terobosan dalam memenuhi kebutuhan listrik Indonesia dan kini terus mengakselerasi pemenuhan energi hijau menuju Net Zero Emission 2060.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dalm keterangan tertulisnya mengatakan, saat ini PLN Indonesia Power telah mencapai di tahap perusahaan yang berorientasi pada masa depan. Hal ini terlihat dari manuver bisnis dan komitmen kuat dalam kembangkan energi bersih di Tanah Air.

“Pada usianya yang ke 29 tahun PLN Indonesia Power kini telah berhasil bergeser dari suatu Perusahaan yang backward looking corporation menjadi forward looking corporation. Saya melihat satu persatu tantangan telah dihadapi dan PLN Indonesia Power berhasil menggeser kekuatannya menjadi kekuatan di masa depan,” ungkap Darmawan.

Sementara itu, Direktur Utama PLN Indonesia Power Edwin Nugraha Putra mengungkapkan bahwa untuk menempuh perjalanan hingga berusia 29 tahun, PLN IP telah menjawab berbagai tantangan dalam memenuhi kebutuhan listrik di Tanah Air. PLN Indonesia Power pun telah mendeklarasikan untuk memulai tahap selanjutnya, yaitu Transformasi 2.0 setelah sukses dengan Transformasi 1.0, pada tahun ini.

"Seiring bertambahnya usia, kinerja PLN Indonesia Power berkembang menjadi perusahaan yang lebih sustain dan leading serta siap menjawab tantangan dan perubahan landscape secara global," kata Edwin.

Menurut Edwin, pihaknya telah menjawab tantangan Growth Moonshot dan menjadikan perusahaan sebagai Global Player Geothermal nomor dua di dunia dengan mengelola 1.107,5 MW energi panas bumi. Di samping itu PLN IP juga sukses mengembangkan berbagai Renewables Energy serta energi hijau alternatif.

“Yang terbaru, segera hadir Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Jatigede 110 MW, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung di atas Waduk Singkarak 50 MW dan Saguling 60 MW yang menggandeng mitra global tier 1 serta berhasil menghadirkan Green Hydrogen Plant Kamojang yang dibangun untuk menjadi pionir ekosistem hidrogen dari hulu hingga ke hilirnya,” ujarnya.

Dalam mengakselerasi transisi energi, PLN Indonesia Power telah menjalankan proyek Hijaunesia yang diawali dari tahun 2023. Dimulai dari pengembangan proyek EBT pada 13 lokasi di Indonesia dengan membangun 12 Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan 1 Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) dengan total kapasitas 1.055 MW yang dilaksanakan secara bundling untuk mengakselerasi proses.

Edwin melanjutkan, untuk mendukung upaya transisi energi yang berkelanjutan, PLN Indonesia Power selalu berkomitmen untuk menjalankan program penurunan emisi karbon, peningkatan efisiensi energi, demi mewujudkan masa depan energi yang lebih hijau serta berkelanjutan.

Hal ini telah dibuktikan dengan penerbitan perdana Sertifikat Penurunan Emisi PLTM Gunung Wugul yang diperdagangkan di Bursa Carbon Indonesia (IDX Carbon). Selain itu, korporasi juga menjalankan program cofiring sebagai green booster transisi energi yang memanfaatkan biomassa sebagai energi primer di PLTU.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore