Kementerian Sosial (Kemensos) berikan bantuan kepada korban gempa Garut senilai Rp 3,05 miliar. (istimewa)
JawaPos.com – Kementerian Sosial (Kemensos) terus memastikan seluruh kebutuhan para pengungsi gempa Bandung dan Garut terpenuhi. Selain logistik, kebutuhan pendidikan dalam situasi darurat juga telah diberikan.
Di Bandung, Kemensos mendirikan sekolah darurat di delapan titik. Sebarannya, di SMP Muhammadiyah 3, SDN Cihawuk, SDN Cirawa 1, SMP 1 Kertasari, SDN Tarumajaya 1, SDN 1 Lembangsari, SDN 2 Cibeureum, dan SDN Halimun 1.
Seperti diketahui, akibat dari gempa yang mengguncang Kabupaten Bandung dan Garut, sejumlah sekolah mengalami kerusakan. Sehingga tidak layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
"Kalau untuk belajar ya tidak layak, ada tiga kelas yang rusak," ujar Guru SDN 2 Cibeureum Ilham, Rabu (25/9). Akhirnya, 40 siswa dari tiga kelas tersebut melaksanakan kegiatan belajar mengajar di tenda serbaguna yang disulap Kemensos menjadi sekolah darurat.
Sementara di Garut, Kemensos melalui Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Bandung mendirikan sekolah darurat di Desa Barusari dan Desa Padaawas. Di Desa Barusari, terdapat dua lokasi pendirian sekolah darurat. Yakni, di samping bangunan SDN 3 Barusari dan di lapangan bola Desa Barusari.
"Sekolah darurat yang di lapangan bola masih satu area dengan posko dapur umum terpadu gempa Garut," kata Pekerja Sosial Ahli Madya BBPPKS Bandung Sunarti.
Sedangkan di Desa Padaawas, sekolah darurat didirikan di area SDN 2 Padaawas. Sebanyak 315 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 mengikuti kegiatan PTS di sekolah darurat yang dibangun Kemensos di SDN 2 Padaawas ini. Menurut Nur Laila, guru kelas 4 SDN 2 Padaawas, sekolah darurat ini sangat membantu siswa untuk bisa terus belajar.
Apalagi saat ini sedang berlangsung penilaian tengah semester (PTS). "Jangan sampai anak didik kita tertinggal pembelajarannya," ujarnya.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf pun telah mengunjungi para pengungsi gempa Bandung di posko Lapangan Bola Desa Cibeureum, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung Rabu (25/9). Selain memastikan kondisi para pengungsi, menteri yang akrab disapa Gus Ipul ini juga turut memberikan santunan kepada ahli waris korban meninggal dan korban luka-luka.
Santunan diberikan kepada 1 orang ahli waris korban meninggal dunia senilai Rp15 juta, dan korban luka sebanyak 27 orang, masing-masing menerima Rp5 juta. Untuk diketahui, sejak kejadian gempa pada 18 September 2024, Kemensos telah menyalurkan berbagai bantuan yang diberikan dalam beberapa tahap dengan total Rp 3,05 miliar.
Selain itu, Kemensos juga mendirikan dapur umum yang bisa memproduksi 6.000 nasi per hari. “Kemensos akan tetap berada di lapangan hingga masa tanggap darurat berakhir yaitu selama 14 hari dan masa pemulihan,” ujarnya.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
