
Ilustrasi Media Promosi. (Blue Atlas)
JawaPos.com – Dalam dunia pemasaran di media digital dan sosial, istilah paid promote dan endorse sering kali digunakan sebagai jenis media promosi oleh pelaku bisnis.
Meskipun keduannya sama-sama memiliki tujuan untuk mempromosikan produk atau layanan, tetapi pendekatan yang digunakan cukup berbeda. Dan tentunya dampak yang akan dirasakan audiens sebagai calon pembeli akan berbeda.
Lalu, apa perbedaan antara paid promote dan endorse? Yuk kita simak dahulu pengertian dari kedua istilah tersebut, dilansir dari iconsource.
Definisi Paid Promote
Paid promote atau disebut juga promosi berbayar merupakan bentuk promosi, di mana pelaku usaha membayar suatu individu ataupun plaform untuk menampilkan produk/layanan mereka, dengan bentuk iklan yang terdapat pada media sosial, situs web, maupun aplikasi. Bentuk promosi ini sifatnya eksplisit, agar dapat langsung menarik perhatian audiens.
Definisi Endorse
Endorsement merupakan bentuk promosi yang dilakukan pelaku usaha terhadap suatu individu, seperti influencer, selebrtis, atau tokoh terkenal.
Biasanya bentuk promosi ini berupa rekomendasi dari produk atau layanan yang ingin dipromosikan. Sehingga, melibatkan pengakuan pribadi dari pihak influencer untuk membangun kepercayaan produk/layanan dimata audiens.
Sistem endorsement ini tidak selalu melibatkan pembayaran secara langsung. Dengan arti, pihak influencer bisa saja mempromosikan suatu produk/layanan secara sukarela tanpa imbalan apapun karena ketertarikanya dengan suatu produk tersebut.
Tetapi, biasanya pula jika ingin melakukan sistem endorsement ini, perlu dilakukan kontrak antara pelaku usaha dengan influencer yang dibayar untuk melakukan review produk/layanan mereka.
Setelah mengetahui definisi masing-masing dari paid promote dan endorse, mari kita bandingkan perbedaan utamanya.
Perbedaan paid promote dan endorse terletak pada pendekatan dan persepsi yang diciptakan terhadap audiens. Sistem paid promote cendrung bersifat langsung dan to the point. Sehingga audiens sudah dapat menilai langsung bahwa itu adalah bentuk iklan.
Dalam hal ini, paid promote memiliki kelebihan yang jelas dalam jangkauan. Sebab, pihak pelaku usaha dapat menargetkan audiens yang spesifik dan pesan yang disampaikan sudah ditargetkan sebelumnya.
Namun, kelemahan paid promote adalah persepsi audiens yang bisa berpikir bahwa ini adalah promosi yang agresif. Sehingga jika audiens merasa mereka sedang melihat-lihat sebuah iklan, maka hal ini dapat mengurangi efektifitas promosi.
Sementara, sistem endorsement lebih bersifat personal dan membangun hubungan yang emosional dengan audiens.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
