Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 29 Agustus 2024 | 23.49 WIB

Optimalisasi Aset, Hak Penamaan Stasiun Whoosh Dikomersialkan

Stasiun Tegalluar. (KCIC) - Image

Stasiun Tegalluar. (KCIC)

JawaPos.com–KCIC meresmikan kerja sama strategis dengan Summarecon untuk hak penamaan Stasiun Tegalluar menjadi Stasiun Tegalluar Summarecon pada Rabu (28/8). Kerja sama ini merupakan salah satu inovasi KCIC untuk memaksimalkan aset-aset yang dikelola sebagai lini bisnis non angkutan atau non fare box.

Direktur Utama KCIC Dwiyana Slamet Riyadi mengatakan, ini merupakan sejarah karena pertama kali kolaborasi naming rights Stasiun Whoosh dilakukan dengan Summarecon. Kolaborasi ini paket lengkap, tidak hanya meliputi hak penamaan stasiun, tetapi juga berbagai aspek tambahan seperti penyediaan akses, layanan shuttle, branding ruang VIP, dan berbagai aktivasi menarik di Stasiun Tegalluar Summarecon.

”Nanti, nama Tegalluar Summarecon ditampilkan pada berbagai publikasi secara audio dan visual dengan tujuan untuk memperkuat brand Whoosh dan Summarecon melalui eksposur yang lebih besar,” ujar Dwiyana.

Kerja sama antara KCIC dan Summarecon akan memberikan dampak positif dan saling menguntungkan kedua belah pihak. Ke depan, stasiun lain juga akan dijual hak penamaan stasiun dalam rangka optimalisasi aset perusahaan.

”Melalui momentum ini sudah banyak calon-calon mitra yang menjalin komunikasi dengan KCIC untuk merealisasikan rencana tersebut di stasiun lainnya,” ujar Dwiyana Slamet Riyadi.

Kerja sama itu merupakan langkah maju yang signifikan dalam strategi KCIC untuk memanfaatkan aset secara optimal dan menjalin kemitraan yang saling menguntungkan. Dengan komitmen terhadap inovasi dan peningkatan pengalaman pelanggan, KCIC dan Summarecon bersama-sama akan memajukan sektor perkeretaapian dan memperkuat posisi Whoosh tidak hanya sebagai moda transportasi yang modern, aman, nyaman namun juga dapat menjadi sebuah fasilitas publik yang memudahkan masyarakat untuk berak terkoneksi dengan baik.

”Selain penjualan hak penamaan stasiun, KCIC terus mengoptimalkan lini bisnis non fare box seperti periklanan, mobility hub, retail, aktivasi, parkir, bisnis telco, dan lainnya. Kolaborasi dengan berbagai mitra ini merupakan salah satu upaya KCIC untuk mengoptimalkan aset dan menciptakan nilai tambah bagi seluruh stakeholder,” tutur Dwiyana Slamet Riyadi.

Dwiyana menjelaskan, KCIC terus berkolaborasi dengan pemerintah pusat, daerah, dan pihak swasta dalam rangka peningkatan aksesibilitas dan pelayanan di stasiun yang bertujuan untuk meningkatkan jumlah penumpang Whoosh dan menjadikan Whoosh sebagai suatu ekosistem.

”KCIC ingin menjadikan stasiun menjadi suatu ekosistem dan kawasan lifestyle yang memberikan kontribusi dan juga bersinergi dengan lingkungan sekitar. Jadi sekali lagi yang kita harapkan adalah Whoosh tidak hanya sekadar satu prasarana atau satu sarana transportasi tapi juga membuat peradaban baru dan yang paling penting adalah membantu mobilitas masyarakat,” ucap Dwiyana.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore