
Direktur Utama PT BPR DP Taspen Iwan Soeroto saat wawancara khusus bersama JawaPos.com. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - PT BPR DP Taspen menargetkan penyaluran kredit di 2024 tumbuh mencapai 27% atau mencapai Rp 635 miliar. Hal ini melebihi target Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang memproyeksikan pertumbuhan kredit industri perbankan mencapai 9-11% di 2024.
Direktur Utama (Dirut) PT BPR DP Taspen, Iwan Soeroto mengatakan, jika dilihat secara makro, perekonomian Indonesia di tahun 2023 tumbuh kuat tercatat sebesar 5,05% dan untuk kredit nasional tumbuh di sebesar 10,38% yoy. Karena itu, dengan kondisi yang tengah berjalan hingga semester pertama ini, penyaluran kredit di BPR DP Taspen di 2024 diyakininya akan tumbuh lebih baik.
"Pencapaiannya per 30 Juni 2024 sudah sebesar Rp 584,2 juta," kata Iwan saat ditemui tim redaksi JawaPos.com, Kamis (11/7).
Iwan mengatakan, pertumbuhan kredit BPR DP Taspen masih didominasi oleh kredit pensiunan dengan produk unggulannya yaitu Kredit Pensiun Reguler, Kredit Pensiun Platinum, Kredit Pensiun Platinum Plus, hingga Kredit Jande (Jaminan Deposito).
"Dalam hal ini kami mengupayakan memberikan kredit yang terbaik bagi pensiunan aparatur sipil negara (ASN) yang ingin mengembangkan usaha, kalau Kredit Jande itu bisa dipakai bagi orang luar (non pensiunan pegawai)," jelas pria yang pernah menjabat sebagai Direktur IT dan Networking Bank Mandiri Taspen (Mantap) tersebut.
Lebih lanjut, terkait dengan kegiatan pembangunan, investasi maupun bisnis yang berkelanjutan, Iwan mengatakan, BPR DP Taspen memiliki lima program strategis. Pertama, dengan melakukan merger PT BPR DP Taspen Jateng. Kedua, transformasi digital dengan melakukan pengembangan fitur di antaranya Digital Core, Start (Sistem Transaksi Smart), Mobile Banking, ATM, dan lainnya.
Ketiga, melakukan ekspansi bisnis di antaranya melalui pembukaan layanan (open table) di Kantor Cabang Taspen Selindo, membangun agen sales dan sales fronting, membuka kantor cabang, membuat produk (tabungan, deposito dan kredit) yang menarik. Keempat, meningkatkan tata kelola dengan melakukan perubahan visi dan misi BPR, restruktur organisasi, mereview ketentuan internal, membentuk komite, dan penambahan dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
"Selain itu yang terakhir kami juga melalukan corporate branding dengan melakukan perubahan logo dan nama BPR, merubah tampak depan gedung kantor, standarisasi Banking Hall, membuat corporate identity serta membuat tagline "Mudah dan Nyaman bersama bank DP Taspen"," jelas Iwan.
Ditambahkan Iwan, saat ini, kinerja BPR DP Taspen terus cemerlang. Secara aset, BPR ini memiliki aset di atas Rp500 miliar. Hebatnya lagi, saat ini NPL (non performing loan) BPR Taspen juga terbilang rendah yakni 0,01%. “Jadi secara kinerja keuangan, BPR Taspen tergolong kita baik,” pungkasnya.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
