Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 25 Juli 2024 | 16.00 WIB

Mentan Ungkap Varietas Padi Unggul Sukses Diuji Coba di Lumbung Pangan Merauke

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyalurkan bantuan program pompanisasi untuk para petani di Desa Layoa, Kabupaten Bantaeng. (Istimewa)

JawaPos.com - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menggenjot pengembangan varietas unggul padi Cakrabuana Agritan. Varietes ini berhasil dikembangkan di lumbung pangan Merauke. Dengan varietas ini, potensi swasembada pangan padi pun makin terlihat.
 
Varietas Cakrabuana ini merupakan salah satu varietas padi yang memiliki produktivitas tinggi dan adaptif di lahan rawa dan di tengah perubahan iklim.
 
“Ini bagus sekali, subur sekali, ini luar biasa, potensinya. Kita uji coba varietas Cakrabuana, potensi produksinya hingga 9-10 ton per hektare. Ini kita kembangkan di Merauke, nantinya untuk 1 juta hektare,” ungkap Amran saat meninjau langsung lahan pertanian modern bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Distrik Kurik, Kabupaten Merauke pada Rabu (24/7).
 
Menurut Amran, varietas Cakrabuana Agritan merupakan jawaban bagi ketahanan pangan dan membuka potensi lebih besar untuk swasembada pangan padi bagi Indonesia di tengah ancaman perubahan iklim. Uji coba penanaman bahkan telah menunjukkan hasil yang maksimal walau diimplementasikan di lahan rawa. 
 
Varietas itu tahan terhadap hama dan penyakit, serta mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi lingkungan. Pengembangan varietas ini juga berdampak pada meningkatnya kesejahteraan petani.
 
“Bapak Presiden mendukung penuh pengembangan padi di Merauke dengan teknologi, full mekanisasi, dan benih unggul. Varietas ini bisa menghasilkan hingga 10 ton per hektar,” imbuh Amran.
 
Sementara, Tenang Wibowo sebagai salah satu petani di Merauke mengatakan dirinya merupakan petani yang menerapkan teknologi pertanian seperti yang dianjurkan Kementan.  Upaya itu bahkan telah membuahkan hasil.
 
“Memang jauh sekali untuk potensi hasil (produksi) Alhamdulillah setelah ada kegiatan ini ya kami belajar sehingga ini untuk produksi kelihatannya lebih bagus,” ujar Wibowo.
 
Ia pun menjabarkan perbedaan hasil produksi sebelum dan saat ini yang naik signifikan. “Kalau kami dulu satu hektare mentok itu biasa cuma dapat 80-90 ikat. Karung begitu. Kalau dengan begini alhamdulillah bisa naik sampai 120-130 sak gitu,” tandasnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore