Ilustrasi: Rupiah dan dolar. (Dok. JawaPos.com)
JawaPos.com - Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi menyampaikan nilai tukar (kurs) rupiah ditutup menguat 10 point menjadi Rp 16.240 per dolar AS, pada Rabu (10/7). Adapun sebelumnya, sempat melemah 22 point di level Rp 16.250 per dolar AS.
Ibrahim menjelaskan, indeks dolar menguat lantaran komentar dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell yang memicu meningkatnya spekulasi mengenai kapan bank sentral akan mulai memangkas suku bunga, setelah adanya perlambatan di pasar tenaga kerja dan kemajuan dalam menurunkan inflasi.
Namun Ketua Fed menegaskan kembali komitmen bank sentral terhadap target inflasi 2 persen, dan tidak memberikan petunjuk langsung kapan The Fed akan mulai menurunkan suku bunganya.
"Sementara sebagian besar pedagang mempertahankan taruhan mereka pada penurunan suku bunga di bulan September, kesaksian Powell mendorong peningkatan kehati-hatian menjelang data inflasi indeks harga konsumen utama yang dirilis pada hari Kamis (11/7)," kata Ibrahim dalam risetnya, Rabu (10/7).
Adapun secara internal, penguatan mata uang RI ini terjadi karena Bank Indonesia (BI) melaporkan pada Juni 2024 kinerja penjualan eceran diprakirakan meningkat baik secara tahunan maupun secara bulanan. Hal tersebut tecermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Juni 2024 yang tercatat sebesar 232,8 atau secara tahunan tumbuh 4,4 persen year on year (yoy), meningkat dari 2,1 persen yoy pada April 2024.
Meningkatnya penjualan eceran didorong oleh Kelompok Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya sebesar 0,8 persen (yoy), Subkelompok Sandang 5,6 persen (yoy), serta Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau 5,1 persen (yoy). Adapun Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi terkontraksi -5,9 persen (yoy) serta Peralatan Informasi dan Komunikasi -4,3 persen (yoy) mencatatkan perbaikan meski masih berada pada fase kontraksi.
Secara bulanan, kinerja penjualan eceran pada Juni 2024 diprakirakan meningkat dengan pertumbuhan sebesar 2,1 persen month to month (mtm), setelah pada periode sebelumnya terkontraksi 3,5 persen (mtm).
Beberapa kelompok tercatat meningkat dan kembali mengalami ekspansi terutama pada Subkelompok Sandang 2,8 persen (mtm), Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi 7,1 persen (mtm), serta Makanan, Minuman, dan Tembakau 2,7 persen (mtm).
"Adapun, pada triwulan II-2024 kinerja penjualan eceran diprakirakan tetap tumbuh. Indeks Penjualan Riil triwulan II-2024 diprakirakan tumbuh sebesar 1,3 persen yoy, meski tidak tidak setinggi pertumbuhan pada triwulan sebelumnya yang sebesar 5,6 persen (yoy)," pungkasnya.