Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 11 April 2023 | 13.50 WIB

Tips Mengatur THR 2023 Agar Tak Asal Habis, Sudah Termasuk Zakat dan Dana Darurat

Menparekraf Sandiaga Uno meresmikan Animation and Film Factory serta Content Garage di KEK Singhasari, Malang. Istimewa


JawaPos.com
- Lebaran tak lama lagi. Tunjangan hari raya (THR) bagi pegawai negeri sipil (PNS), TNI/Polri, karyawan BUMN maupun swasta bakal turun dalam waktu dekat. Agar bermanfaat, alangkah baiknya mengelola dengan bijak. 

Chief Executive Officer Jooara Gembong Suwito menekankan, pentingnya mengelola THR dengan cermat. Harus ada rencana dan prioritas. Supaya tidak asal dihabiskan dan tahu tujuan penggunaannya.

Pertama, yang menjadi fokus disisihkan untuk zakat, infaq, dan sedekah. Karena ada hak orang lain yang membutuhkan. Zakat fitrah jelas wajib. Serta, zakat mal sebesar 2,5 persen dari pendapatan. “Jadi untuk vertikal dulu. Haknya orang lain kita keluarkan. Kurang lebih 10 persen,” ucap Gembong saat kepada Jawa Pos.

Kemudian, pastikan dana darurat untuk tiga sampai enam bulan ke depan dipenuhi jika belum ada. Atau menambahkan dana darurat agar lebih kokoh. Setidaknya dialokasikan 10 persen.

“Jadi zakat dulu vertikal dulu 10 persen. Terus emergency fund 10 persen. Karena mumpung ada (uangnya). Untuk memastikan tiga sampai enam bulan ke depan aman,” tegasnya.

Setelah itu, lanjut Gembong, mempercepat utang. Karena suku bunga yang terus bergerak naik. Biasanya minimal 20 persen, maksimal 30 persen dari THR tersebut.

Dia juga mengimbau, agar tak lupa untuk berinvestasi. Besarannya berkisar 10 persen. Baru sisa THR untuk mudik dan lebaran. Menghabiskan momen bersama dengan keluarga mencapai 50 persen.

“Jadi THR tetap dihabiskan. Hanya saja proporsinya diatur,” tandasnya.

Sementara itu, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk memastikan kebutuhan uang tunai nasabah terpenuhi selama periode Ramadan sampai Idul Fitri 2023. Direktur Utama Bank BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, pihaknya menyiapkan uang tunai senilai Rp 25,8 triliun. Jumlah tersebut naik 1,3 kali dibanding kondisi normal harian saat ini senilai Rp 1,72 triliun. 

Dana tersebut dialokasikan untuk 14 hari kalender terhitung mulai 13 hingga 26 April 2023. Bank BTN meningkatkan alokasi uang tunai di masa menjelang dan sesudah Hari Raya Idul Fitri 2023. Sejalan dengan peningkatkan mobilitas masyarakat dalam periode tersebut.

“Uang tunai tersebut akan kami alokasikan untuk mesin ATM dan kas pada seluruh outlet Bank BTN sehingga nasabah dapat bertransaksi dengan nyaman,” jelas Nixon, Senin (10/4).

Sebanyak 30 persen dari total dana atau senilai Rp 7,74 triliun akan digunakan untuk pengisian mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank BTN yang tersebar di seluruh Indonesia. Kemudian, 70 persen lainnya atau sebanyak Rp 18,06 triliun akan dianggarkan untuk kas pada seluruh jaringan kantor Bank BTN. 

Baca Juga: Ditodong dengan Pisau oleh Politisi FH, Jari Sendy Siregar Terluka

Bank pelat merah itu juga melakukan operasional terbatas untuk beberapa jaringan kantor perseroan. Pemberlakuan operasional terbatas agar tetap memenuhi kebutuhan masyarakat atas layanan perbankan. 

Nixon menyebutkan, bahwa nasabah dapat memanfaatkan layanan BTN Mobile untuk bertransaksi cashless. Mengingat, layanan lengkap dan terhubung dengan ekosistem perumahan yang mempermudah masyarakat mengakses layanan terkait hunian. 

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore