Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 1 Juli 2024 | 23.02 WIB

RI Kembali Deflasi pada Juni 2024, Bawang Merah hingga Daging Ayam jadi Penyumbangnya

Ilustrasi: Pedagang bawang merah di pasar tradisional. (Dok. Jawa Pos)

JawaPos.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan perekonomian Indonesia pada Juni 2024 mengalami deflasi sebesar 0,08 persen secara bulanan atau month to month (mtm). Deflasi ini terhitung menjadi kedua kalinya pada tahun ini, sebelumnya terjadi pada Mei 2024 dengan deflasi sebesar 0,03 persen.
 
"Pada Juni 2024, terjadi deflasi sebesar 0,08 persen secara bulanan atau terjadi penurunan indeks harga konsumen dari 106,37 pada Mei 2024 menjadi 106,28 pada Juni 2024," kata Plt Sekretaris Utama BPS, Imam Machdi dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (1/7).
 
Lebih lanjut, ia menjelaskan kelompok pengeluaran penyumbang deflasi bulanan terbesar adalah makanan, minuman dan tembakau dengan deflasi sebesar 0,49 persen dan memberikan andil deflasi sebesar 0,14 persen. 
 
 
Adapun komoditas penyumbang utama deflasi adalah bawang merah dengan andil deflasi sebesar 0,09 persen, tomat dengan andil deflasi sebesar 0,07 persen, serta daging ayam ras dengan andil deflasi sebesar 0,05 persen.
 
Sementara itu terdapat komoditas yang memberikan andil inflasi antara lain cabe rawit dan cabe merah dengan andil inflasi masing-masing sebesar 0,02 persen.
 
"Kemudian emas perhiasan, kentang, ketimun, sigaret mesin, tarif angkutan udara ikan segar. dan kopi bubuk dengan andil inflasi masing-masing 0,01 persen," jelasnya.
 
 
Sementara itu, ia menjelaskan secara year on year terjadi inflasi sebesar 2,51 persen dan secara tahun kalender year today terjadi inflasi sebesar 1,07 persen. Adapun secara tahunan, BPS mencatat telah terjadi peningkatan indeks harga konsumen dari 103,68 pada Juni 2023 menjadi 106,28 pada Juni 2024.
 
Berdasarkan kelompok pengeluaran inflasi tahunan terbesar terjadi pada kelompok makanan, minuman dan tembakau yaitu sebesar 4,95 persen dan memberikan andil sebesar 1,40 persen terhadap inflasi umum.
 
"Secara tahunan seluruh provinsi mengalami inflasi tertinggi terjadi di Papua Pegunungan dengan inflasi sebesar 5,65 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Kepulauan Bangka Belitung dengan inflasi sebesar 1,08 persen," ujarnya.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore