Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 12 Juni 2024 | 17.49 WIB

Menteri Pertanian Alokasikan Rp 7 T untuk Beli Mesin Pompa

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menggiatkan percepatan masa tanam. - Image

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menggiatkan percepatan masa tanam.

JawaPos.com – Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp 7 triliun untuk membeli mesin pompa air guna memitigasi kekeringan. El Nino yang belum berakhir dan masuknya musim kemarau menjadi kekhawatiran adanya kekeringan di berbagai daerah sehingga akan memengaruhi produksi beras dalam negeri.

Kemarin (11/6) Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dipanggil Presiden Joko Widodo. Kepala negara ingin mengetahui kondisi pangan dalam negeri. Musim tidak menentu menyebabkan produktivitas tanaman turun.

”Sekarang masih posisi iklim El Nino berlangsung. Mudah-mudahan Juli–Agustus El Nino selesai,” kata Amran.

El Nino belum selesai, namun sudah masuk musim kemarau. Puncaknya akan terjadi sekitar Agustus hingga Oktober. Tiga bulan ini menjadi bulan rawan.

Amran menyebut Jokowi minta adanya solusi. ”Kami sudah lakukan sejak Maret. Solusi cepat untuk tangani kondisi El Nino dan kekeringan ini adalah pompanisasi,” katanya. Dengan latar belakang ini, Kementerian Pertanian akan melakukan refocusing anggaran untuk membeli pompa air. ”Sebagian perjalanan dinas, acara seminar, kemudian biaya tak penting dulu kami cabut. Kami refocusing, kemudian kami belikan benih, pompa, alat mesin pertanian untuk petani,” imbuhnya.

Targetnya, ada 25 ribu pompa yang terpasang. Kini baru 70 persen yang sudah realisasi. Jokowi, menurut Amran, minta agar sebelum Agustus semua selesai. ”Rp 7 triliun. Jadi, semua anggaran yang tidak memberikan dampak signifikan pada produksi padi, jagung, dan komoditas strategis kami pindahkan,” ujarnya ketika ditanya berapa anggaran yang disiapkan.

Yang menjadi fokus pemerintah adalah Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Lampung, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah. Menurut dia, dengan pompanisasi, debit air sungai itu akan menjadi solusi cepat dalam mengatasi kekeringan. ”Kalau kita melakukan pompa bisa langsung tanam, tapi kalau cetak sawah itu butuh waktu 1 sampai 3 tahun. Sementara kita butuh pangan sekarang dan negara lain juga sedang kekurangan pangan,” ujarnya. (lyn/c6/ttg)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore