
Gedung Astra
JawaPos.com - PT Astra International Tbk (ASII) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp 421 per saham dengan total mencapai Rp 17 triliun pada Mei 2024. Rencana itu berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar hari ini, Selasa (30/4).
Sebelumnya, ASII telah membagikan dividen interim sebesar Rp 98 per saham pada 31 Oktober 2023 dengan total sebesar Rp 3,97 triliun. Dengan demikian, total dividen ASII yang dibagikan pada tahun buku 2023 mencapai Rp 519 per saham dengan total mencapai Rp 21 triliun.
"Sehingga sisanya sebesar Rp 17 triliun atau Rp 421 setiap saham akan dibayarkan pada 31 Mei 2024 kepada pemegang saham perseroan yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan pada tanggal 15 mei 2024 pukul 16.00 WIB," kata Chief of Corporate Affairs Astra International Riza Deliansyah dalam konferensi pers RUPST secara daring, Selasa (30/4).
"Sisanya sebesar Rp 12,8 triliun dibukukan sebagai laba ditahan perseroan," imbuhnya.
Sebagai informasi, PT Astra International Tbk (ASII) telah membukukan laba bersih sebesar Rp 33,83 triliun sepanjang tahun 2023 atau naik 16,91 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat Rp28,94 triliun.
Raihan laba tersebut meningkatkan pendapatan bersih konsolidasian grup pada tahun 2023 sebesar Rp 316,56 triliun atau meningkat 5,04 persen dari Rp 301,37 triliun. Secara rinci dari laba bersih bisnis otomotif, mengalami peningkatan sebesar 18,09 persen sepanjang tahun 2023 menjadi Rp 11,41 triliun dari tahun sebelumnya Rp 9,66 triliun.
Peningkatan bisnis otomotif tersebut didukung oleh penjualan sepeda motor sebanyak 22 persen menjadi 4,9 juta unit dan laba bersih bisnis komponen otomotif sebesar 39 persen menjadi Rp 1,8 triliun.
Sementara itu, dari sisi laba bersih divisi jasa keuangan juga mengalami kenaikan sebesar 30,11 persen menjadi Rp.6,03 triliun pada tahun 2023 dari tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 7,85 triliun. Peningkatan laba bersih divisi jasa keuangan tersebut didukung oleh peningkatan kontribusi nilai pembiayaan baru pada bisnis pembiayaan konsumen sebanyak 15 persen menjadi Rp 117,3 triliun.
Sedangkan sisanya laba bersih ASII ditopang oleh divisi alat berat, pertambangan, konstruksi, dan energi sebanyak Rp 12,66 triliun, divisi agribisnis Rp 841 miliar, divisi infrastruktur dan logistik Rp 973 miliar, divisi teknologi informasi sebesar Rp 109 miliar, serta divisi properti Rp 142 miliar.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
