Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 20 Maret 2024 | 23.12 WIB

Jaga Ketersediaan Beras, Pemerintah Siapkan Bibit Gratis untuk Petani

Pedagang melayani pembeli beras di Pasar Musi, Kota Depok, Jawa Barat, Minggu (10/3/2024). - Image

Pedagang melayani pembeli beras di Pasar Musi, Kota Depok, Jawa Barat, Minggu (10/3/2024).

JawaPos.com – Presiden Joko Widodo kemarin (19/3) kembali memanggil menteri-menterinya. Kali ini untuk membahas ketersediaan beras. Dia meminta stok di Bulog harus dijaga setidaknya di angka 2 juta ton. Untuk memenuhi itu, produksi dalam negeri perlu diperbaiki.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman seusai rapat menyatakan punya kabar gembira untuk petani. Anggaran pupuk dinaikkan dua kali lipat. Semula APBN membiayai pupuk 4,7 juta ton, kini menjadi 9,55 juta ton. "Arahan Bapak Presiden, dalam waktu dekat DIPA-nya keluar sesuai kesepakatan,” bebernya.

Amran menjelaskan, anggaran untuk pupuk bukan dalam bentuk uang. Namun, melihat jumlah volume pupuk yang diberikan, yakni 9,55 juta ton. "Anggarannya terserah harga pasar. Itu disusun PT Pupuk Indonesia,” ungkapnya.

Lalu, pemerintah akan melakukan pompanisasi di sawah tadah hujan. Itu dimaksudkan lantaran El-Nino berkepanjangan. Amran menyebut, yang akan dilakukan pompanisasi di Pulau Jawa seluas 500 ribu hektare. Untuk luar Jawa, akan dilakukan hal serupa. "Anggarannya Rp 5,8 triliun,” ucapnya. Kalau harus impor, menurut dia, itu opsi terakhir.

Langkah ketiga yang akan dilakukan adalah menyiapkan bibit unggul untuk petani. Jumlahnya 2 juta hektare untuk padi dan 2 juta hektare untuk jagung. Amran menyebut seluruh bibit itu gratis.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo pada kesempatan yang sama mengatakan, stok beras pemerintah di Bulog harus di atas 2 juta ton. Sebelumnya hanya 1,2 juta ton. "Sehingga, produk dalam negeri jadi penting,” katanya.

Bapanas juga meminta agar relaksasi harga beras premium diperpanjang. Tujuannya, stok di pasar terjaga. Arief juga menyatakan bahwa panen raya akan memengaruhi stok. Pada Maret ini, proyeksinya ada 3,8 juta ton panen. Lalu, April 4,9 juta ton. Proyeksi itu turun dari target awal karena 17 ribu hektare sawah terendam banjir.

Selain beras, yang menjadi atensi adalah telur. Harga telur di pasaran masih tinggi. Padahal, harga jagung yang digunakan sebagai pakan ayam sudah turun. Tingginya harga telur tersebut, menurut Arief, karena ada stok lama. Dia yakin harga akan turun dalam tiga minggu atau satu bulan ke depan. "Produk pertanian tidak bisa instan hari ini turun, besok turun. Ada proses,” ungkapnya. (lyn/c7/oni)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore