
Pedagang melayani pembeli beras di Pasar Musi, Kota Depok, Jawa Barat, Minggu (10/3/2024).
JawaPos.com – Presiden Joko Widodo kemarin (19/3) kembali memanggil menteri-menterinya. Kali ini untuk membahas ketersediaan beras. Dia meminta stok di Bulog harus dijaga setidaknya di angka 2 juta ton. Untuk memenuhi itu, produksi dalam negeri perlu diperbaiki.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman seusai rapat menyatakan punya kabar gembira untuk petani. Anggaran pupuk dinaikkan dua kali lipat. Semula APBN membiayai pupuk 4,7 juta ton, kini menjadi 9,55 juta ton. "Arahan Bapak Presiden, dalam waktu dekat DIPA-nya keluar sesuai kesepakatan,” bebernya.
Amran menjelaskan, anggaran untuk pupuk bukan dalam bentuk uang. Namun, melihat jumlah volume pupuk yang diberikan, yakni 9,55 juta ton. "Anggarannya terserah harga pasar. Itu disusun PT Pupuk Indonesia,” ungkapnya.
Lalu, pemerintah akan melakukan pompanisasi di sawah tadah hujan. Itu dimaksudkan lantaran El-Nino berkepanjangan. Amran menyebut, yang akan dilakukan pompanisasi di Pulau Jawa seluas 500 ribu hektare. Untuk luar Jawa, akan dilakukan hal serupa. "Anggarannya Rp 5,8 triliun,” ucapnya. Kalau harus impor, menurut dia, itu opsi terakhir.
Langkah ketiga yang akan dilakukan adalah menyiapkan bibit unggul untuk petani. Jumlahnya 2 juta hektare untuk padi dan 2 juta hektare untuk jagung. Amran menyebut seluruh bibit itu gratis.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo pada kesempatan yang sama mengatakan, stok beras pemerintah di Bulog harus di atas 2 juta ton. Sebelumnya hanya 1,2 juta ton. "Sehingga, produk dalam negeri jadi penting,” katanya.
Bapanas juga meminta agar relaksasi harga beras premium diperpanjang. Tujuannya, stok di pasar terjaga. Arief juga menyatakan bahwa panen raya akan memengaruhi stok. Pada Maret ini, proyeksinya ada 3,8 juta ton panen. Lalu, April 4,9 juta ton. Proyeksi itu turun dari target awal karena 17 ribu hektare sawah terendam banjir.
Selain beras, yang menjadi atensi adalah telur. Harga telur di pasaran masih tinggi. Padahal, harga jagung yang digunakan sebagai pakan ayam sudah turun. Tingginya harga telur tersebut, menurut Arief, karena ada stok lama. Dia yakin harga akan turun dalam tiga minggu atau satu bulan ke depan. "Produk pertanian tidak bisa instan hari ini turun, besok turun. Ada proses,” ungkapnya. (lyn/c7/oni)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
