
Pedagang saat mengecek kondisi beras di Pasar Induk Cipinang, Pisangan Timur, Pulo Gadung, Jakarta.
JawaPos.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkap jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harga beras terus bertambah. Pada minggu ketiga Februari 2024, ada 179 kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harga beras dengan rata-rata harga mencapai Rp 15.246 per kg.
”Jumlah itu melonjak hingga pada minggu keempat Februari, ada 268 kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harga beras dengan rata-rata harga mencapai Rp 15.387 per kg,” papar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini.
Di sisi lain, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi memprediksi harga beras akan turun. Sebab, di beberapa lokasi mulai panen. Harga gabah yang semula Rp 8.000 sampai Rp 8.600 per kg akan turun. ”Hari ini (kemarin, Red) turun ke Rp 7.600. Bahkan, ada yang angkanya sudah di bawah Rp 7.000 seperti di Sumsel,” kata Arief setelah rapat terbatas membahas beras yang dipimpin Presiden Joko Widodo kemarin. Dia menegaskan bahwa harga gabah begitu memengaruhi harga beras.
Selain itu, lanjut dia, stok beras komersial akan ditambah. Pada akhir tahun pemerintah menggelontorkan 200 ribu ton yang diserahkan ke penggilingan padi. Lalu, pada awal tahun ditambah 200 ribu ton.
Arief menyatakan, pemerintah juga tengah menyiapkan 200 ribu ton beras komersial. ”Presiden juga sampaikan nilai tukar petani harus dijaga,” ungkapnya. Jangan sampai harga di pasaran murah, tapi merugikan petani. Sebab, biaya produksi seperti pupuk dan sewa tanah harus diperhitungkan.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengungkapkan kabar baik untuk petani. Dalam ratas kemarin, diputuskan anggaran pupuk subsidi dinaikkan. Anggaran 2024 dengan jumlah pupuk 4,7 juta ton akan naik menjadi 9,55 juta ton. ”Insya Allah petani tidak usah lagi risau dan khawatir tentang pupuk,” tegasnya.
Pemerintah juga memberikan diskon pupuk untuk yang tidak bersubsidi. Bekerja sama dengan Kementerian BUMN. Selanjutnya, ada kemudahan pinjaman kredit usaha untuk petani dengan kartu tani. Petani yang tinggal di daerah pegunungan dan sulit akses bisa menggunakan KTP untuk melakukan pinjaman.
Selain itu, pada Maret nanti diprediksi ada panen raya. Ada 1 juta hektare lahan yang ditanam padi sejak Desember. ”Artinya apa, produksinya itu 3,5 juta ton,” ucap Amran. Stok itu dinilai akan mengamankan beras tanah air.
Di lain pihak, Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga memastikan, menjelang Ramadan, ketersediaan beras aman. Bahkan, diupayakan harganya bisa turun. ”Sudah disampaikan berkali-kali bahwa ketersediaan beras aman. Itu yang paling penting dan kita jaga terus, khususnya menjelang puasa dan Lebaran,” tegas Jerry.
Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Azizah Fauzi khawatir kenaikan harga beras akan berdampak pada inflasi dan daya beli masyarakat. ”Jika harga beras akan terus naik, biaya hidup secara keseluruhan pun akan meningkat,” ujarnya.(dee/lyn/mia/agf/c7/fal)

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
