
Photo
JawaPos.com - Tahun 2022 tinggal menghitung hari, berganti ke tahun yang baru, 2023. Masih menjadi tahun yang berat, pelan-pelan bangkit dari pandemi, tahun depan ekonomi global diramal akan gelap gulita. Resesi diramalkan terjadi.
Kondisi ekonomi ini tentu akan mengguncang berbagai sektor, tak terkecuali sektor telekomunikasi. Walaupun resesi ekonomi diprediksi takkan memberikan dampak besar pada Indonesia, operator seluler (opsel) juga mulai bersiap diri.
Sebagai raksasa telekomunikasi di Indonesia, Telkomsel, XL Axiata, dan Indosat Ooredoo Hutchison memaparkan strategi mereka pada tahun yang diprediksi "berat" ini. Hendri Mulya Syam selaku Direktur Utama Telkomsel mengatakan kalau Telkomsel terus mengedepankan komitmen yang sama untuk terus melampaui batas dan bergerak maju dalam memberdayakan Indonesia.
"Telkomsel telah memastikan keberlanjutan roadmap perusahaan untuk menghadapi tantangan tersebut dengan berinovasi menghadirkan ragam solusi layanan bisnis vertikal bagi masyarakat sebagai bekal bersama menghadapi tantangan resesi," ujarnya di diskusi akhir tahun Indotelko Forum, Rabu, (30/11).
Strategi pertama yang akan dilakukan oleh Telkomsel adalah memperkuat inti bisnis Telkomsel dengan menghadirkan ragam paket internet untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat. Selanjutnya, Hendri juga menyebut, Telkomsel masih akan memperluas dan memperkuat layanan lewat berbagai platform termasuk edutech Kunci dan healthtech Fita dan digital ecosystem lainnya.
Sementara itu, Dian Siswarini selaku CEO dan President Director XL Axiata dalam kesempatan yang sama menuturkan, resesi global disebabkan oleh adanya konflik geopolitik antara Rusia dan Ukraina yang berpengaruh pada pasokan global, adanya inflasi di negara-negara maju menyebabkan peningkatan suku bunga, serta kebijakan Tiongkok dalam menghadapi pandemi Covid-19.
Dian dalam hal ini juga optimistis, resesi ekonomi akan bisa dilalui dengan mudah di Indonesia. Dian juga meyakini kalau XL Axiata masih akan tetap positif seperti tahun-tahun sebelumnya.
"Kita akan berfokus pada tiga pilar yang pertama adalah meningkatkan penawaran konvergen di sisi keluarga dan juga bisnis, seperti memberikan konten digital terbaik lewat partnership dan paket yang sesuai dengan kebutuhan," tutur Dian.
Selanjutnya, untuk Indosat Ooredoo Hutchison, CEO Vikram Sinha mengatakan bahwa strategi perusahaan adalah mendukung transformasi digital dengan berbagai cara termasuk mengembangkan layanan jaringan 5G di Indonesia.
"Sekarang jaringan 5G sudah tersedia di 8 wilayah, dan ketika semua ekosistem sudah siap, Indosat saat ini juga telah sepenuhnya siap, baik untuk industri 4.0, gamers, video HD dengan low latency, kami akan membawa semuanya di waktu yang tepat," kata Vikram.
Indosat Ooredoo Hutchison juga akan berfokus pada infrastruktur literasi digital khususnya untuk generasi-generasi muda di Indonesia, selain itu strategi lainnya adalah terus mendukung dan berkolaborasi dengan pelaku UMKM dengan salah satu platform yang telah diluncurkan yaitu IDE (Indosat Digital Ecosystem) dan ID camp untuk digital talent.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
