
ILUSTRASI. Pedagang merapikan beras yang di jual di Depok, Jawa Barat.
JawaPos.com - Harga beras di kabupaten Sleman pada awal tahun ini tengah meroket. Kondisi tingginya harga salah satu bahan pokok itu pun diketahui sudah terjadi selama dua pekan terakhir.
Salah satu pedagang sembako di Pasar Sleman, Siti mengatakan, harga beras saat ini menyentuh Rp. 16.500 per kilogram (Kg). Naik signifikan dibanding harga normalnya yang berkisar antara Rp. 13.500 sampai Rp. 14.500 per kilogram.
Dia mengaku, tingginya harga salah satu bahan pokok masyarakat itu sudah terjadi selama dua pekan terakhir. Terkait dengan meningkatnya harga beras itu, dia mengaku tidak tahu. Lantaran harga beras sudah tinggi dari pemasok atau tengkulak.
"Dua mingguan ini harganya sudah tinggi, karena dari bakule (pemasoknya) sudah naik," ujar Siti saat ditemui, kemarin.
Pedagang lain di pasar Sleman, Sri menyebut, ada salah satu faktor yang menyebabkan harga beras naik. Kemungkinan besar karena minimnya pasokan akibat panen padi yang mundur.
Sebagaimana diketahui, beberapa waktu lalu kondisi cuaca di Jogjakarta cukup dipengaruhi oleh fenomena El Nino. Kondisi tersebut membuat musim hujan yang seharusnya jatuh pada bulan November dan Desember tahun lalu mundur di awal tahun ini.
"Kalau penyebab harga beras mahal biasanya karena stoknya berkurang, mungkin karena musim hujan kemarin mundur," ungkap pedagang sembako berusia 50 tahunan ini.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman Kurnia Astuti menyampaikan, kalau harga beras di kabupaten Sleman untuk saat ini relatif stabil. Dia pun memastikan bahwa stok beras di Bumi Sembada juga masih aman.
Menurut Nia sapaanya, pada kondisi saat ini kenaikan harga beras memang banyak terjadi pada daerah yang bukan penghasil padi. Menurutnya kabupaten Sleman merupakan sentra beras, sehingga stok beras untuk wilayah tersebut kemungkinan besar masih aman.
"Kenaikan harga banyak terjadi di daerah bukan sentra, artinya untuk kabupaten Sleman stok dan produksinya masih aman," ungkap Nia, dikutip dari Radar Jogja, Senin (12/2).

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
