Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 13 Januari 2024 | 01.21 WIB

Salurkan Bantuan Pangan Beras, Pos Indonesia Optimistis Distribusi Tepat Sasaran dan Tepat Waktu

Direktur Utama Bulog Bayu Krisnamurthi bersama Dirut Pos Indonesia Faizal Rochmad Djoemadi memberikan keterangan pers terkait sinergi keberhasilan bantuan pangan beras menahan laju inflasi di kantor Bulog Pusat, Jakarta, Kamis (11/1/24). - Image

Direktur Utama Bulog Bayu Krisnamurthi bersama Dirut Pos Indonesia Faizal Rochmad Djoemadi memberikan keterangan pers terkait sinergi keberhasilan bantuan pangan beras menahan laju inflasi di kantor Bulog Pusat, Jakarta, Kamis (11/1/24).

JawaPos.com - Tahun ini Pemerintah melanjutkan distribusi program bantuan pangan beras. Penyalurannya melibatkan dua BUMN, yakni PT Pos Indonesia dan Perum Bulog.

Direktur Utama Pos Indonesia Faizal Rochmad Djoemadi menyatakan pihaknya optimistis bantuan pangan beras ini dapat tersalurkan sesuai jadwal. Distribusi dilakukan ke 20 provinsi di Indonesia dengan total bantuan sebanyak 804.912 ton beras.

"Kami optimistis penyaluran bantuan pada tahun ini bisa tersampaikan dengan tepat waktu, tepat sasaran, dan akuntabel bagi para KPM yang terdaftar,” ujar Rochmad Djoemadi kepada JawaPos.com, Jumat (12/1).

Untuk diketahui, Pos Indonesia akan menyalurkan bantuan beras sebanyak 134 juta kilogram kepada lebih dari 13 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Program tahunan itu berlangsung selama enam bulan, terhitung dari Januari hingga Juni 2024. Dalam pendistribusiannya, Pos Indonesia dan Perum Bulog akan mengintegrasikan aplikasi Cadangan Pangan Beras dan Pos Giro Cash (PGC) melalui Partner Application Programming Interface (API).

Pos Indonesia memastikan kesanggupannya dalam memenuhi amanah yang diberikan oleh pemerintah dan Perum Bulog. Hal ini ditunjukkan dengan keunggulan dari sisi teknologi dan jaringan yang dimiliki oleh Pos Indonesia.

Melalui teknologi tersebut, pengangkutan beras dari gudang Bulog menuju ke lokasi penyerahan bantuan dapat dilacak dan diketahui posisinya. “Dengan sistem PGC, kami merekam penerima bantuan tersebut. Jadi, orangnya, Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan Kartu Keluarga (KK) difoto oleh para petugas kemudian diproses ke sistem data kami," imbuh Faizal.

Aplikasi penyaluran dari Pos itu dilengkapi dengan teknologi face recognition dan geo tagging. Sehingga, tidak terjadi salah salur dan orang yang sudah menerima bantuan tidak dapat mengambil bantuan secara double.

Lebih lanjut dikatakannya, dalam proses mendokumentasikan seluruh arsip dan dokumen bantuan tersebut, Pos Indonesia memiliki sistem lanjutan bernama e-filling. Aplikasi itu bermanfaat dalam mendukung akuntabilitas penyaluran Pos Indonesia dan memberikan bukti dokumen penyerahan secara digital.

“Untuk mempermudah stakeholder mengakses progress penyaluran bantuan, kami menggunakan aplikasi PGC, e-filling, dan dashboard khusus real-time monitoring. Dengan menggunakan sistem ini, kami memastikan penyaluran CBP tepat sasaran,” kata Direktur Bisnis Kurir dan Logistik Pos Indonesia Tonggo Marbun menambahkan.

Baca Juga: Setelah Operasi Pasar dan Bantuan Pangan, Beras Harganya Sudah Tidak Naik, tapi Belum Turun

Saat ini, Pos Indonesia memiliki kantor cabang yang tersebar pada 4.800 lokasi di Indonesia. Dengan luasnya sebaran ini, Pos Indonesia mampu menyalurkan bantuan cadangan pangan dari pemerintah hingga ke wilayah 3T (terluar, terdepan, tertinggal) dengan cepat dan tepat.

“Kami menerapkan tiga metode penyaluran untuk memastikan penerima adalah warga yang tepat sasaran, yakni penyaluran di Kantor Pos, pembagian di komunitas, dan pengantaran langsung ke rumah bagi penerima berusia lansia, disabilitas, maupun sedang sakit,” tambah Tonggo.

Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi menuturkan, Pos Indonesia memiliki pengalaman yang mumpuni dalam hal pendistribusian bantuan ke pelosok negeri sehingga target pengiriman dapat sesuai jadwal yang telah ditentukan.

“Salah satu keunggulan yang dimiliki oleh Pos Indonesia adalah kemampuannya dalam mengembangkan sistem yang mengantarkan bantuan pangan itu dengan baik. Dulu yang menjadi masalah adalah penerima salah sasaran, namun sekarang dengan sistem face recognition yang dimilikinya masalah tersebut tuntas diatasi dan pengiriman dapat sesuai target dan jadwal yang telah ditentukan,” terang Bayu.

Bantuan cadangan pangan beras pada 2024 merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menekan kerentanan rawan pangan bagi masyarakat Indonesia. Perubahan database pun dilakukan oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Perum Bulog dan Kemenko PMK dengan menggunakan Data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemisikan Ekstrem (P3KE).

Bantuan pangan beras di tahun 2024 ini menandai dimulainya penggunaan data P3KE dari Kemenko PMK. Validitasnya cukup kuat sehingga 22 juta KPM yang menjadi penerima bantuan pangan beras tahun ini, benar-benar merupakan kelompok masyarakat yang sangat perlu dibantu. Kita yakin tahun ini bisa lebih tepat sasaran,” ujar Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore