Ketua Dewan Pembina Barisan Pengusaha Pejuang (BPP) Akbar Himawan.
JawaPos.com - Ketua Dewan Pembina Barisan Pengusaha Pejuang (BPP) Akbar Himawan mengatakan, saat ini pertumbuhan ekonomi nasional masih dalam tren positif. Karena itu diperlukan keberlanjutan dari kebijakan yang sudah ada.
"Prediksi saya, pertumbuhan ekonomi di sepanjang tahun ini tembus 5 persen. Tentunya hasl ini harus dipertahankan dan ditingkatkan," ujar Akbar kepada wartawan di Jakarta, Rabu (27/12).
Akbar juga menjelaskan, pertumbuhan ekonomi tahun 2024 juga diprediksi masih berada di angka 5 persen. Saat memaparkan Outlook Perekonomian 2024, Jumat (22/12), Presiden Joko Widodo optimistis menatap tahun depan karena memiliki modal yang cukup positif, baik dari sisi ekonomi maupun politik.
"Data-datanya memang menunjukkan bahwa kita seharusnya optimis. Contoh pertumbuhan ekonomi masih di atas 5 persen. Rata-rata pertumbuhan ekonomi global saja hanya 2,9 persen. Inflasi kita juga rendah, hanya 2,86 persen. Sementara inflasi global tembus 7,2 persen," urai Akbar.
Wakil Ketua TKN Prabowo-Gibran ini menyebut pemerintahan Jokowi terbukti hebat dalam mengelola perekonomian. Sebut saja saat Pandemi Covid-19 melanda, Indonesia mampu menerapkan kebijakan yang tepat, sehingga lebih cepat melakukan pemulihan dibandingkan negara lain di dunia, termasuk negara maju.
Hanya saja, terkadang masyarakat melupakan bahwa kebijakan yang tepat itu lahir dari kestabilan politik. "Nah kestabilan itu yang saya maksud berkah dari rekonsiliasi antara Pak Jokowi dengan Pak Prabowo. Semua bersatu di Kabinet Indonesia Maju, sehingga bisa lebih fokus menciptakan kebijakan," tutur Akbar.
Kehebatan lainnya ketika Jokowi menggalakkan program hilirasi. Sekalipun mendapat gangguan dari pihak luar, Presiden ke-7 RI itu tetap istiqomah dengan tujuan mensejahterakan rakyat. Hasilnya, investasi masuk, lapangan pekerjaan terbuka lebar, dan konsumsi rumah tangga meningkat.
Sementara, Sekretaris Jenderal (Sekjen) BPP Saifudin HS mengatakan, jika hal-hal tersebut terus berlanjut, bukan tidak mungkin Indonesia cepat menjadi negara maju. Menariknya, dari ketiga pasangan calon (paslon), hanya Prabowo-Gibran yang benar-benar menyongsong Indonesia Emas 2045.
"Jika ekonomi mau terus mentereng, maka pilihlah Pak Prabowo dan Mas Gibran. Karena pasangan ini sudah jelas akan melanjutkan program-program Pak Jokowi ketika diberi kepercayaan rakyat untuk memimpin negeri ini," ajak Saif.
Sebelumnya, Jokowi optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun besok bisa mencapai 5 persen. Mantan gubernur DKI Jakarta itu menilai, konsistensi kebijakan yang berkelanjutan, dan saling sinergi di antara Pemerintah dan swasta menjadi kunci utama mempertahankan pertumbuhan ekonomi.
"Kuncinya di konsistensi kebijakan, dan hanya Pak Prabowo yang akan melanjutkan program-program Pak Jokowi. Prabowo-Gibran merupakan perpaduan yang tepat untuk Indonesia Emas 2045," pungkas Saif.
Untuk diketahui. Barisan Pengusaha Pejuang merupakan relawan pendukung Prabowo-Gibran yang memiliki struktur relawan pengusaha di 34 provinsi dan 508 kabupaten/kota. Adapun Ketua Umumnya adalah Bobby Nasution, Akbar Himawan Buchari sebagai Ketua Dewan Pembina, dan Saifudin HS sebagai Sekjennya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
