Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 16 Desember 2023 | 04.25 WIB

Menkeu Sri Mulyani Ungkap APBN Defisit Rp 35 Triliun per Desember 2023

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati (Foto: kemenkeu.go.id)

JawaPos.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani melaporkan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengalami defisit sebesar Rp 35 triliun dari Produk Domestik Bruto (PDB) per 12 Desember 2023. Ini artinya jumlah pendapatan negara lebih kecil daripada jumlah belanja.

Menkeu menjelaskan, defisit awal diproyeksi sebesar Rp 598,2 triliun atau 2,84 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Namun hingga 12 Desember 2023 tercatat kecil sebesar 0,17 persen.

"Jadi defisit kita di 12 Desember Rp 35 triliun atau 0,17 persen itu jauh lebih kecil dari desain defisit awal yang sebesar Rp 598,2 triliun," kata Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN Kita Desember 2023, Jumat (15/12). 

Dia menjelaskan, dari sisi pendapatan yang terdiri dari pajak, bea cukai dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) telah mencapai Rp 2.553,2 Triliun. Angka tersebut tercatat sudah melewati target awal APBN 2023 sebesar 103,7 persen di angka Rp 2.463 triliun. 

Meski terpenuhi, angka tersebut masih berada di bawah target dari yang ditentukan jika dibandingkan dengan APBN 2023 yang sudah direvisi melalui Perpres No. 75/2023, yang ditetapkan sebesar Rp 2.637,2 triliun.

Dari sisi belanja, Menkeu mengungkapkan sampai dengan 12 Desember negara sudah membelanjakan Rp 2.588,2 triliun. Angka ini masih tercatat jauh dari target yang ditetapkan sebesar Rp 3.117,2 triliun dalam Perpres Nomor 75 Tahun 2023.

“Jadi kalau dibandingkan dengan Perpres No. 75/2023 yang sudah merupakan revisi dari undang-undang awal, belanja Rp 2.588,2 triliun adalah 83 persen (dari target),” jelas Menkeu.

Meski begitu, Sri Mulyani memastikan bahwa keseimbangan primer masih mencatatkan surplus per 12 Desember 2023 ini sebesar Rp 378,6 triliun. Atau melonjak 215,2 persen dibandingkan pada 12 Desember 2022 yang surplus sebesar Rp 120,1 triliun.

"Ini hal positif. Target pembiayaan diturunkan dari Rp 598,2 triliun menjadi Rp479,9 triliun. Ini sejalan dengan outlook defisit yang lebih rendah," pungkasnya.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore