
Warga mengantre saat pengambilan Bantuan Sosial Tunai (BST) di Kantor Pos, dikawasan Parung, Bogor, Jawa Barat, Rabu (14/4/2021). Sampai April 2021, Program BST dari Kemensos sebesar Rp 300 Ribu diperpanjang. Memasuki bulan Ramadhan 1442 H pemerintah masi
JawaPos.com - Menjelang akhir tahun, penyaluran anggaran program pemulihan ekonomi nasional (PEN) tercatat masih di angka 58,3 persen dari pagu/alokasi.
Untuk mempercepat realisasi penyaluran, pemerintah akan melakukan pergeseran dari klaster yang masih rendah realisasinya.
Seperti diketahui, ada lima klaster dalam program PEN. Yakni, kesehatan, perlindungan sosial (perlinsos), program prioritas, dukungan UMKM dan korporasi, serta insentif usaha.
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara memerinci, dari total pagu anggaran PEN sebesar Rp 744,77 triliun, realisasi penyalurannya mencapai Rp 433,91 triliun (58,3 persen). Di antara lima klaster itu, progres signifikan terjadi pada penyaluran anggaran klaster perlinsos dan kesehatan.
Agar penyaluran bisa optimal hingga akhir tahun, Suahasil menyebut akan dilakukan pergeseran dalam klaster tersebut. ’’Akan ada pergeseran dalam klaster-klaster ini. Namun, akan kita manfaatkan terutama untuk kemiskinan ekstrem,’’ ujarnya dalam konferensi pers virtual kemarin (26/10).
Pemerintah akan memberikan tambahan isi ulang (top up) bantuan sosial (bansos) senilai Rp 300 ribu hingga akhir tahun ini. Program itu sudah dilakukan Kemensos sebelumnya, tetapi akan ditambah lagi agar bisa lebih optimal. ”Ini sumber datanya dari penerima kartu sembako yang juga menerima PKH dan diberikan sampai akhir tahun. Nanti dipastikan supaya bisa membantu masyarakat yang paling miskin,’’ imbuhnya.
Bantuan itu akan diberikan kepada 35 kabupaten prioritas, terutama untuk penanganan kemiskinan ekstrem. Desember mendatang, Badan Pusat Statistik (BPS) juga akan melakukan sensus kemiskinan di 35 kabupaten tersebut.
Pada kesempatan yang sama, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menambahkan, pemerintah juga akan memperluas bantuan subsidi upah (BSU) dan bantuan langsung tunai dari sisa program PEN. BSU awalnya hanya diberikan untuk masyarakat yang terdampak PPKM dengan target lebih dari 8,7 juta penerima. Anggarannya Rp 8,7 triliun.
Pemerintah memastikan akan memperluas cakupan BSU. Tidak hanya bagi yang terdampak PPKM level 3-4. Perluasan ditujukan untuk 1,6 juta sasaran pekerja.
Airlangga menyebutkan, ada sisa BSU sebesar Rp 1,7 triliun sehingga penerima BSU bisa diperluas. ’’Tentu dengan ada sisa anggaran ini, akan ada perluasan sebanyak 1,6 juta sasaran pekerja dan jumlah anggarannya Rp 1,6 triliun,’’ jelas mantan Menperin itu.
Dengan berbagai perluasan tersebut, pemerintah optimistis anggaran PEN bisa terealisasi 100 persen hingga akhir tahun ini.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
