
petugas menunjukkan sampel bahan bakar B30 saat peluncuran uji jalan Penggunaan Bahan Bakar B30 untuk kendaraan bermesin diesel di halaman Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (13/6/2019). Uji jalan kendaraan berbahan bakar campuran biodiesel 30 persen pada b
JawaPos.com - Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI) ingin masyarakat dan generasi muda mengetahui bahwa Indonesia merupakan negara pertama di dunia yang sudah mencampurkan energi terbarukan ke dalam minyak solar mencapai 30 persen melalui Biodiesel B30.
Ketua Bidang Marketing Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI) Irma Rachmania mengungkapkan, di negara-negara lain seperti Argentina, Brasil, hingga Amerika Serikat masing-masing baru memasuki B10, B12, dan B20.
“Ternyata, di tahun ini, kita sudah berhasil hampir tidak impor minyak solar lagi. Karena sudah dicukupi oleh biodiesel yang menggantikan minyak solar. Biodiesel B30 adalah bahan bakar yang berasal dari campuran minyak sawit 30 persen dan minyak solar 70 persen,” ujarnya dalam keterangannya, Rabu (7/10).
Dengan kondisi tersebut, kata Irma, pada 2020 Indonesia berhasil menghemat devisa sebesar Rp 63,4 triliun dan mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 14,34 juta ton CO2 “Produksi biodiesel Indonesia pada 2020 sudah lebih dari 11,62 miliar liter,” ucapnya.
Irma memaparkan, bahwa di Indonesia terdapat banyak tanaman sumber bahan baku biodiesel seperti kelapa sawit, kelapa, jarak pagar, nyamplung, kelor, dan kemiri sunan. Tapi, alasan Indonesia mayoritas menggunakan kelapa sawit karena kaya akan pasokan minyak sawit. “Kita harus mengoptimalkan sumber daya yang kita miliki,” imbuhnya.
Selain itu, program B30 juga menyerap lebih dari 1 juta pekerja di sektor hulu dan dapat meningkatkan pendapatan petani. “Dengan kita menggunakan biodiesel yang berasal dari kelapa sawit, maka itu juga membantu kelangsungan hidup dari para petani kelapa sawit,” tegas Irma.
Irma menambahkan, ke depannya biodiesel tidak hanya berhenti pada B30 saja, tetapi akan terus dikembangkan, baik dari bahan baku maupun teknologi. Produksi B30 di tahun 2021 diproyeksikan sekitar 9,2 juta kiloliter atau setara dengan 57,86 juta barel dari 20 produsen di Indonesia.
Penggunaan B30 pada 2021 diperkirakan akan mengurangi emisi gas rumah kaca mencapai 24,6 juta ton CO2. Jumlah ini mencapai 7,8 persen dari target capaian energi terbarukan untuk tahun 2030. Saat ini minyak kelapa sawit dapat diolah menjadi green diesel pengganti minyak solar, green gasoline pengganti bensin, dan bioavtur pengganti avtur fosil yang sudah masuk pada tahap uji terbang.
“Dan dari kelapa sawit, cangkangnya bisa menjadi biomass sebagai bahan baku biomassa pembangkit listrik,” pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
