
Photo
JawaPos.com – Dalam masa perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga 23 Agustus mendatang di Jawa-Bali, sejumlah aktivitas masih dibatasi. Salah satunya adalah kegiatan transaksi di pasar.
Pasar tradisional dibatasi hingga pukul 20.00 waktu setempat dengan kapasitas maksimal 50 persen. Sementara pasar non kebutuhan sehari-hari diperbolehkan buka hingga 15.00 waktu setempat.
Bagi masyarakat, khususnya ibu rumah tangga tentunya menginginkan untuk bertransaksi dengan harga yang murah dan tetap aman di masa pandemi ini. Sementara para pedagang berusaha untuk tetap produktif meski terhalang pembatasan aktivitas.
Oleh karena itu, dalam memberikan kemudahan bertransaksi, BRI mengajak masyarakat bisa bertransaksi secara aman dan nyaman melalui platform daringnya yakni pasar.id.
Adapun, pasar.id sendiri merupakan salah satu terobosan dari BRI dalam digitalisasi perdagangan pasar tradisional, yaitu dengan memfasilitasi seluruh pedagang pasar di Indonesia untuk melakukan aktivitas jual beli secara daring.
Dalam hal ini penjual dan pembeli tidak perlu bertemu secara langsung di lokasi pasar tradisional, melainkan secara virtual dengan menunjuk pasar tujuan yang hendak dituju. Untuk bisa mengakses pasar.id, masyarakat serta pedagang terlebih dahulu dapat menjadi nasabah BRI.
Terkait dengan transaksinya pun sangat mudah, masyarakat bisa memilih pasar mana yang hendak dituju dan memilih barang yang dibeli. Kemudian, hasil keranjang pembelian bisa diproses untuk lanjut menuju transaksi.
Setelah itu, para pedagang pun akan menyiapkan barang belanjaan dan akan mengirimkannya ke lokasi yang dituju. Kedua belah pun sama-sama mendapatkan keuntungan ketika mengakses pasar.id.
Salah satu yang memanfaatkan platform ini, yakni pedagang sayur Pasar Induk Kramat Jati, Pak Tarno mengaku sangat terbantu dengan kehadiran pasar.id. Ia menceritakan, para pelanggan tidak berani belanja ke pasar dan dirinya pun memutar otak agar bisa produktif dengan menggunakan platform tersebut.
“Pasar.id membuat pelanggan saya lebih merasa aman di kondisi seperti sekarang karena bisa belanja lebih mudah dari rumah,” kata dia.
Saat ini, pasar yang sudah terdaftar berjumlah 4.548 pasar dari seluruh Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. Lalu untuk pedagang yang terdaftar berjumlah 108.644 pedagang.
Jadi, kini tidak perlu khawatir untuk tidak bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari karena adanya pembatasan aktivitas. Bagi para ibu-ibu yang ingin belanja dengan aman dan nyaman hanya melalui genggaman, solusi tepatnya adalah pasar.id.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
