Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 29 November 2023 | 23.07 WIB

Aismoli Usul 29 November Jadi Hari Motor Listrik Nasional

Seremoni pencanangan Hari Sepeda Motor Listrik Indonesia dalam acara Inabuyer EV Expo di Smesco Indonesia, Jakarta Selatan, pada Jumat (29/11).

JawaPos.com - Asosiasi Motor Listrik Indonesia (Aismoli) mengusulkan kepada pemerintah untuk menetapkan 29 November setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Motor Listrik Nasional. Ketua Umum Aismoli Budi Setiyadi berharap dengan adanya Hari Motor Listrik Nasional bisa memperbesar gaung penggantian kendaraan berbasi fosil menjadi listrik.
 
“Aismoli mengusulkan kepada pemerintah, supaya ada Hari Motor Listrik Nasional. Supaya 29 November ini ditetapkan sebagai Hari Motor Listrik Nasional,” kata Budi Setiyadi dalam acara Inabuyer EV Expo 2023 di Smesco Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu (29/11). 
 
“Kenapa (Aismoli mengusulkan)? Kami harapkan walau cuma hari Motor Listrik tapi gaungnya makin besar. Dengan harapan makin banyak masyarakat yang tau dan paham, nantinya molis akan mengganti ke kendaraan listrik,” imbuhnya.
 
 
Selain itu, mantan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) ini juga mengatakan, Hari Motor Listrik Nasional perlu ditetapkan karena sejalan dengan upaya Pemerintah untuk memperbaiki kualitas udara.
 
Bahkan, tak hanya di Jakarta, kepedulian masyarakat terhadap polusi udara kini sudah menyeluruh ke seantero Indonesia. Budi juga menyatakan dengan memperbanyak penggunaan motor listrik masyarakat akan teredukasi bahwa polusi udara terjadi efek dari gas buang kendaraan yang berbasis fosil.
 
“Kita tau sebagian besar polusi udara itu adalah akibat gas buang kendaraan yang kita pake sehari-hari. Demi kesehatan kita makin baik, kualitas resources SDM kita makin baik ke depan. Tak ada pilihan lain kita mulai akan beralih ke motor listrik,” ungkapnya.
 
 
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Deputi Bidang Usaha Kecil dan Menengah Koko Haryono mengatakan bahwa tren wirausaha muda saat ini telah beralih ke bisnis ramah lingkungan atau green business.
 
Di mana, kata Koko, sebanyak 84 persen tertarik pada bisnis ramah lingkungan; 58 persen memulai bisnis untuk memperbaiki lingkungan; dan 56 persen memproduksi pakaian ramah lingkungan, produk rendah karbon, dan sistem pengurangan limbah.
 
“Kendaraan listrik diyakini merupakan salah satu solusi atas permasalahan polusi udara dan semakin menipisnya jumlah bahan bakar fosil global,” ujar Koko.
 
 
Selain dibuatkan kebijakan untuk mendorong peningkatan penjualan kendaraan listrik, diharapkan juga motor listrik bisa menjadi moda transportasi utama. Terlebih hal itu didukung oleh Pemerintah yang telah merilis kebijakan yang mensubsidi pembelian kendaraan listrik.
 
“Khususnya sepeda motor listrik dengan memberikan bantuan subsidi untuk pembelian motor listrik roda dua sebesar Rp 7 juta per unit dengan kuota 200 ribu unit motor,” jelasnya.
 
“Dengan demikian, pada hari ini akan dicanangkan “Hari Kendaraan Listrik Nasional” yang menyatukan berbagai stakeholders baik pemerintah, swasta, individu, dan para pihak untuk terus berkomitmen mendukung agenda transisi energi dari fosil ke listrik guna menekan emisi karbon,” pungkas Koko Haryono.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore